Home Artikel Motivasi Jangan sia-siakan PengorbananNya

Facebook Fan Pages

yvcomment

Hit Counter


Website Counter

Jangan sia-siakan PengorbananNya PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 31 January 2010 01:17

Saya suka menonton serial Ally McBeal, dan dalam salah satu episode-nya diceritakan seorang gadis remaja yang hanya punya waktu 6 minggu untuk hidup karena masalah jantung.

Serena, nama gadis itu, memiliki seorang ayah yang dipenjara seumur hidup karena terbukti membunuh istrinya sendiri -- tentunya ibu dari Serena. Tetapi sekarang, hanya jantung sang ayah yang bisa memberi harapan pada Serena untuk tetap hidup.

Yang menjadi kendala adalah masalah hukum. Hukum negara bagian di mana mereka tinggal tidak mengijinkan hal-hal semacam suntik mati, dll, apalagi "membunuh" seorang manusia untuk menyelamatkan manusia lainnya. Pengacara Serena (dari badan hukum di mana Ally bekerja) mengajukan arguman:
Sederhana saja. Si ayah tidak memiliki masa depan. Dia akan menghabiskan seluruh hidupnya di penjara. Dia rela memberikan jantungnya kepada anaknya. Si anak masih remaja. Masa depannya masih panjang. Jadi, biarkan Serena hidup dengan jantung ayahnya.... Ini bukan pembunuhan. Ini adalah masalah seorang ayah ingin menolong anaknya.

Pengacara negara menolak hal tersebut. Kalau satu diijinkan, nanti semua narapidana di penjara berbondong-bondong menjadi donor organ tubuh untuk si anu dan si anu, dengan harapan mereka bisa luput dari hukuman atas kejahatan mereka, dengan harapan mereka bisa menjadi pahlawan kesiangan! Lagipula, siapakah kita sehingga kita berpikir bisa menentukan hidup siapa yang lebih berharga?

Jadi, dilihat dari sisi manapun, ini adalah pembunuhan. Dan ini besar efeknya pada masa depan hukum. Hakim bingung. Sidang pendahuluan ditunda. Penonton penasaran. Adegan berikut menunjukkan wajah Serena dan pengacaranya yang sedih dan kebingungan. Si ayah melarikan diri dalam perjalanan menuju pengadilan lanjutan. Semua menduga hal ini sudah direncanakan sebelumnya. Serena sedih dan sakit hati. "Dia adalah pembunuh ibuku! Alangkah tololnya aku, mau percaya bahwa ia bersedia menolong aku untuk tetap hidup..." Pengacara terdiam. Tidak tahu harus berkomentar apa.

Tiba-tiba hand-phone si pengacara berbunyi. Dari rumah sakit. Ayah Serena pergi ke rumah sakit dan menyodorkan kartu donor-nya, dan kemudian... menembak dirinya sendiri dengan pistol. Tidak ingin mengambil resiko kalah di pengadilan, si ayah memutuskan mengakhiri hidupnya sendiri. Rumah sakit mendesak Serena untuk segera datang agar operasi bisa segera dilakukan. Jantung ayahnya menunggu, dan tidak bisa menunggu lama. Di atas ranjang operasi,

Serena ragu-ragu. Rasa bersalah menyelimutinya. Haruskah aku melakukan ini? tanyanya pada semua yang hadir di ruangan. Ini jantung ayahku... dan ia menembak mati dirinya sendiri....

Semua buru-buru menasehatinya. "Jangan membuat pengorbanannya sia-sia." "Kalian kan sudah sepakat dari awal. Hanya saja kita tidak menduga caranya akan seperti ini..." dll dll.

Tapi adalah satu kalimat yang membuat Serena akhirnya mau dioperasi. "Serena, your father faced death... so you won't have to." Serena, ayahmu memilih untuk menghadapi kematian ... agar kamu tidak perlu mati.

Saya menangis bukan hanya karena episode tersebut begitu mengharukan, tetapi karena saya sadar bahwa jantung saya hari ini masih berdetak semata karena ada Satu yang menghadapi maut.... agar saya tidak perlu mati karena dosa-dosa yang saya perbuat.
Tuhan sudah menebus dosa-dosamu. Jangan sia-siakan waktu yang tersisa, berbuatlah kebaikan sekarang juga.............

 
Banner
Copyright © 2010 Pengharapan. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
 

Link yang Bermanfaat

JAMES GWEE

Belajar Sukses Bersama James Gwee, Motivator Favorit di Indonesia

Gampang Pakainya, Murah Harganya, Dahsyat Hasilnya. Software yang sangat bermanfaat untuk Administrasi Toko Anda.
Banner

JALAN-JALAN

Tips untuk Keluar Negeri dengan Biaya SANGAT-SANGAT MURAH