harap, harapan, pengharapan

HUMOR

  

 

 

 


Proffesional Gambler
Sore hari di suatu bar terkemuka di kota itu, datanglah seorang laki laki asing yang sepertinya datang dari luar kota untuk berkunjung ke bar tersebut. Laki laki itu berpakaian kurang rapih, lusuh dan berjaket kulit hitam. Rambutnya panjang tidak terurus menunjukkan seakan hidupnya merantau dari satu tempat ke tempat lain. Setibanya di meja bar, dengan penuh keyakinan dan percaya diri, laki laki itu berkata sedikit keras kepada bartender “Saya akan traktir minuman kepada semua pengunjung disini!”.

Bartender itupun terdiam sesaat dan memandang laki laki itu dengan tidak percaya. Laki laki itupun berkata “ kamu tidak percaya saya tidak punya uang? Nih. !!” serta merta dikeluarkannya ribuan dollar dari balik jaketnya. Tanpa berpikir panjang, bartender itupun akhirnya memberikan semua pengunjung minuman sesuai permintaan laki laki itu.

Tidak tertahankan, bartender itu pun bertanya “ maaf, anda ini bekerja sebagai apa hingga punya uang sebanyak itu ?”. Sedikit tersenyum, laki laki itu berkata “saya seorang profesional gambler “.
“Aah, tidak mungkin ada profesi seperti itu, judi itu fifty fifty, kalo’ gak menang ya pasti kalah !” seru bartender. Laki laki itu berkata “Naah, disitulah saya hebatnya, saya memilih untuk selalu menang, jadi gak mungkin kalah…. Gak percaya? Mau taruhan?”. Bartender itu sesaat terdiam lalu bertanya “Taruhan seperti apa dulu?”

“Taruhan $ 1000 saya bisa menggigit mata kanan saya. Bagaimana … mau taruhan?”. Bartender itupun menahan tertawa sambil berkata “Baik, coba saja kalau bisa”. Lalu dengan tenangnya laki laki itu mencopot mata kanannya, menggigitnya dan membalikannya kembali ke tempatnya. Dengan kesalnya, bartender itu berkata “Itu curang! Saya tidak tahu mata kananmu palsu!”.

Lalu dengan tenangnya laki laki itupun berkata “Oke, sekarang saya beritahu bahwa mata kiri saya asli, dan saya bisa menggigit mata kiri saya…. Mau taruhan $ 2000 ?” Bartender berpikir bahwa itu adalah hal tidak mungkin, karena laki laki itu bukanlah orang buta dan bartender pun menerima taruhan itu sekali lagi. Kali ini dengan senyuman penuh keyakinan, laki laki itu mencopot giginya, menggigit mata kirinya dan membalikkannya kembali. Dengan penuh kekesalan, bartenderpun memberikan $ 3000 kepada laki laki itu. Dan pesta minumpun dimulai malam itu.

Jam telah menunjukkan pukul 2 pagi, bar tersebut telah menjadi tenang dan sepi. Hanya beberapa pengunjung yang memutuskan tetap di tempat duduknya karena kelelahan dan mabuk . Dengan terhuyung huyung tidak terkendali, laki laki sang profesional gambler mendekati bartender kembali dan berkata “Hei bung, mau taruhan sekali gak?” Bartender itupun bertanya curiga “Taruhan apa kali ini?”. Laki laki itu berkata “Taruhan $5000 bahwa aku bisa mengisi penuh gelas minum ini dengan air kencingku di atas meja bar tanpa ada setetespun yang keluar”. Bartender pun bertanya sekali lagi “Kencing diatas meja ini berdiri dan gelas di taruh di atas meja bar ini? Kamu bercanda? Benar yaa $5000 untukku kalau ada satu tetes yang keluar dari gelas ini?” Laki laki itu menjawab “Betul, aku serius, cepetan kebelet nih!”

Setelah meyakinkan diri bahwa memang laki laki itu mabuk, bartender itu setuju akan taruhan kali ini. Kemudian sang profesional gambler itu pun mulai berusaha ke atas meja bar tersebut yang tentu saja dibantu oleh sang bartender itu. Laki laki itu berusaha untuk berdiri dengan susah payah menjaga keseimbangan badannya. Dan begitu posisi sudah pas, sang profesional gambler itu akhirnya mulai melakukan aksinya.

Dasar sudah mabuk berat, bukannya gelas penuh tapi justru membasahi segala macam benda yang ada disekitarnya termasuk bartender. Semerta merta bartender itupun tertawa terbahak bahak dengan keras karena kali ini dia telah memenangkan taruhan dengan yang katanya profesional itu.

Begitu laki laki itu turun dari meja bar tersebut, sang bartender bertanya “Oke, aku menang mutlak kali ini, gelas sama sekali tidak terisi, justru aku yang basah kuyup begini … hahahaha mana $5000 nya?” Sang profesional gambler itupun berkata dengan tenangnya “Tunggu dulu, aku mau mengambil uangnya dari laki laki yang duduk disana karena aku taruhan $ 10,000 kalau bisa mengencingi bartender yang tertawa dari atas meja bar ini!”



 

harap, harapan, pengharapan

Pengharapan @ 2008