harap, harapan, pengharapan

HUMOR

  

 

 

 


Belum Saatnya Mati
Seorang yang sedang menjelajah di pedalaman Amazon tiba2 saja sudah
dikepung sekelompok primitif yang haus darah. "Oo...Tuhan matilah aku...", gumamnya.
Tiba2 dari langit diatasnya ada kilatan cahaya, dan terdengar suara menggema :
"Tidak anakku..., ajalmu belum tiba. Ambillah batu didekat kakimu itu dan pukul kepala pemimpin mereka yang tepat berdiri di depanmu itu".
Si penjelajah itupun mengambil batu dan menyerang pemimpin gerombolan itu, dan memukulkan batu itu ke kepala si pemimpin sekuat tenaga...
Dan si pemimpin itu mati seketika. Dia berdiri di atas mayat si pemimpin.
Seketika 100 orang primitif itu mengepungnya dengan muka sangat marah karena melihat pemimpinnya terbunuh.
Kilatan dari langit itu muncul lagi dengan suara menggema :
"Nah... sekarang... baru ajalmu tiba anakku..."


Mimpi Indah
Pada saat bangun pagi seorang wanita berkata pada suaminya, "Tadi malam aku bermimpi engkau memberi aku sebuah kalung berlian di hari Valentine ini. Bagaimana pendapatmu mengenai mimpiku itu?".
"Engkau akan segera mengetahuinya malam ini juga, Sayang," jawab suaminya.
Malam itu si suami memberikan kepada istrinya sebungkus kado.
Dengan hati berdebar-debar penuh kebahagiaan sang istri membuka kado itu perlahan-lahan dan isi kado itu adalah sebuah buku yang berjudul: "Arti - Arti Mimpi"


Ditulis ya?
Seorang Ibu Guru Sekolah Dasar membagikan Daftar Isian murid-murid, mengenai data-data murid itu sendiri dan kedua orangtuanya.
Ada seorang muridnya yang karena gobloknya atau karena ingin “mengerjai” Gurunya, selalu bertanya-tanya:
Murid: “Bu, nama orangtua ditulis, ya?”
Guru: “Ya, ditulis.”

Tidak lama kemudian, murid tersebut bertanya lagi…
“Bu, alamat orangtua ditulis?”
Jawab Gurunya mulai kesal…
“Ya, ditulis!” katanya.

Belum tiga menit si murid bertanya lagi…
“Bu, jenis kelamin orangtua ditulis?”
Jawab Ibu Guru itu, yang kekesalannya telah sampai ke ubun-ubun…
“Nggak!! Digambar!!!”



Sopir Taksi Baru Kerja
Kejadian ini terjadi hari Senin lalu, sebut saja namanya, Susi. Karena ada kerjaan yang tidak bisa ditinggal, Susi harus bekerja sampai larut malam dikantornya. Ketika ingin pulang Susi menyetop taksi untuk mengantarnya pulang.
"Kebon Jeruk ya Pak"
Sopir taksi itu hanya menggangguk, selama perjalanan tidak terjadi percakapan antara Susi dan Sopir Taksi, mungkin Susi merasa capek karena bekerja sampai larut malam. 20 menit lamanya keheningan terjadi, tiba-tiba Susi ingat bahwa uang yang dibawanya kurang untuk membayar ongkos taksi. Susi lalu menepuk pundak Sopir taksi dengan maksud berhenti dulu didepan untuk mengambil uang di ATM.
Tapi tiba2 setelah pundaknya ditepuk oleh Susi, Sopir taksi itu secara membabi buta membanting setirnya ke kanan kemudian ke kiri sambil berteriak secara histeris, sampai akhirnya taksi itu menabrak sebuah pohon.
Untung Susi dan Sopir Taksinya tidak mengalami luka yang cukup parah. Sopir Taksi itu kemudian meminta maaf kepada Susi
"Maaf ya Bu, Ibu nggak apa-apa? Ibu sih make nepuk pundak saya, kagetnya setengah mati bu!!"
"Lho, masa sih ditepuk pundaknya aja kaget??"
"Soalnya ini hari pertama saya jadi sopir Taksi, Bu"
"Emangnya pekerjaan bapak sebelumnya apa??"
"Selama 20 tahun saya jadi SOPIR MOBIL JENAZAH..."



Selamat Tahun Baru
Seorang mahasiswa malas mempersiapkan diri menghadapi ujian menjelang liburan Tahun Baru. Akhirnya, di lembar jawaban ia mencoretkan komentar:
"Soal-soal ini terlalu sukar. Cuma Tuhan yang bisa menjawabnya. Selamat Tahun Baru!"
Ketika menerima hasil ujian, di kertasnya tertulis komentar balasan:
"Tuhan dapat 100; kamu dapat 0. Selamat Tahun Baru!"

 

Salah Sendiri
Sepasang suami istri dalam perjalanan keluar kota dan karena jaraknya lumayan jauh, mereka bermaksud menginap di sebuah hotel sebelum meneruskan perjalanan keesokan paginya.
Akhirnya mereka menemukan Hotel yang cukup bagus walaupun tidak berbintang dan bermalam.
Keesokan paginya ketika akan keluar hotel, mereka harus membayar Rp 1.650.000,-
"Hah? Ini sih tarif hotel bintang 6. Nggak salah?" tanya si suami terkejut.
Ia minta dipanggilkan manajer hotel dan memprotes tarif yang terlalu tinggi.
Setelah mendengarkan dengan penuh perhatian, si manajer berkata,
"Hotel CJDW dilengkapi dengan kolam renang standar internasional, ruang konferensi dan berbagai hiburan taraf internasional."
"Tapi kami sama sekali tidak memanfaatkan fasilitas yang Bapak sebut tadi," kata si suami bersikeras.
"Salah Bapak sendiri. Fasilitas itu disediakan untuk dimanfaatkan," kata si manajer tak mau kalah.
Setelah tercenung sejenak si suami membuka dompetnya,mengeluarkan uang Rp 100.000,-dan mengulurkannya kepada si manajer.
"Kok hanya seratus ribu?" tanya manajer.
"Karena Bapak harus membayar Rp 1.550.000.- untuk tidur dgn istri saya."
"Tapi saya tidak tidur dengan istri Bapak..."
"Salah sendiri. Sudah tersedia semalaman, kenapa tidak dimanfaatkan..."

 

harap, harapan, pengharapan

Pengharapan @ 2008