STRATEGI BELAJAR MENGAJAR UNTUK PERSIAPAN MICRO TEACHING

.
Ads Here

BAB I
STRATEGI  BELAJAR  MENGAJAR


Strategi adalah daya upaya guru dalam menciptakan suatu system lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses mengajar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Menurut Nana Sudjana strategi mengajar merupakan tindakan guru dalam melaksanakan  rencana pembelajaran dengan  menggunakan beberapa variabel  pengajaran seperti tujuan,bahan,metode dan alat serta evaluasi untuk rmempengaruhi siswa  mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan guru dalam melaksanakan strategi mengajar:  
 
1. Tahapan mengajar. Dalam tahap ini ada tiga tiga tahapan pokok penting.       
        a. Tahapan pemula (Pra Instruksional) yang bertujuan untuk mengungkapakn kembali                      tanggapan siswa terhadap bahan yang telah diterimanya.      
         b. Tahapan Pengajaran (Instruksional)           
        c. Tahapan Penilaian dan Tindak Lanjut yang bertujuan untuk mengetahui tingkat                            keberhasilan dari tingkat dua. 

2. Pendekatan Megajar.    
 
Richard Anderson  mengajukan dua pendekatan yaitu, pendekatan yang berorientasi kepada guru dan pendekatan yang berorientasi kepada siswa.    
Sedangkan Bruced Joice mengemukakan empat kategori yakni model nformasi, model personel, model interaksi sosial dan model tingkah laku.

3. Penggunaan Prinsip Mengajar. 

Pendekatan Ekspositeri atau Model Informasi memandang siswa sebagai objek yang menerima apa yang diberikan guru, guru menyampaikan informasi mengenai bahan pengajaran dalam bentuk penjelasan dan penuturan secara lisan.
Pendekatan Inquiry/ Discovery merupakan pendekatan mengajar yang berusaha meletakkan dasar dan mengembangkan cara berpikir ilmiah. Pendekatan ini menganggap siswa sebagai subjek dan objek dalam belajar, mempunyai kemampuan-kemampuan dasar untuk berkembang secara optimal
Pendekatan Interaksi Sosial , menekankan terbentuknya hubungan antara individu/siswa yang satu dengan yang lainnya sehingga dalam konteks yang lebih luas terjadi hubungan sisial individu dengan masyarakat.

Pendekatan Tingkah Laku,  menekankan kepada teori tingkah laku indivdu pada dasarnya dikontrol oleh stimulus dan respon yang diberikan individu.
Menurut Tabrani Rusyan , ada berbagai masalah sehubungan dengan srategi belajar mengajar yang secara keseluruhan  digolngkan sebagai berikut:      
     1. Kosep dasar strategi belajar mengajar.  
     2. Sasaran kegiatan belajar
     3. Belajar mengajar sebagai suatu system  
     4. Hakikat Proses belajar   
     5. Entering behavior siswa            
     6. Pola-pola belajar siswa  
     7. Pemilihan system belajar mengajar        
     8. Pengorganisasian kelompok belajar



BAB II
HAKIKAT PEMBELAJARAN

Belajar adalah  suatu proses yang ditandai  dengan adanya perubahan  pada diri seseorang  yang bersifat internasional (belajar dengan sengaja dan disadari), pasif-aktif dan efektif fungsional(memberikan pengaruh dan manfaat setiap kali dibutuhkan).
Belajar menunjukkan apa yang harus dilakukan  seseorang sebagai subjek yang menerima pelajaran sedangkan mengajar menunjukkan apa yang harus dilakukan  oleh guru sebagai pengajar.
Ada empat komponen dalam proses pembelajaran yang harus dilakukan seorang guru agar tujuan dari proses pembelajaran tercapai yaitu:   
     1. Menentukan tujuan yang spesifik.         
     2. Mengadakan penilaian pendahuluan.    
     3. Merencanakan program pengajaran.      
     4. Evaluasi.
Ada tiga pola komunikasi  yang dapat digunakan untuk membangun interaksi dinamis antara guru dan siswa.     
     1. Komunikasi sebagai aksi komunikasi satu arah(guru aktif siswa pasif)
     2. Komunikasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah (guru dan siswa berperan sama)       
     3. Komunikasi yang tidak hanya melibatkan sebagai tranaksi (interaksi dinamis antara                   guru dengan  siswa yang satu dengan yang lainnya).
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan komunikasi dalam proses pengajaran yaitu, tujuan yang akan dicapai, sifat bahan pelajaran, sumberbelajar yang tersedia, karakteristik kelas, dan kemampuan guru itu sendiri.
Ada korelasi antara proses pengajaran dengan hasil yang dicapai, makin besar usaha untuk menciptakan kondisi proses pengajaran itu, makin tinggi pula hasil atau produk dari pengajaran itu.
Menurut Blomm ada tiga variable utama  yang mempengaruhi hasil belajar yaitu, karakteristik individu, kualitas pengajaran dan hasil belajar siswa.    
Menurut Caroll hasil belajar dipengaruhi oleh lima factor, yakni, (a) bakat pelajar, (b) waktu yang tersedia untuk belajar, (c) waktu yang diperlukan sisiwa untuk menjelaskan pelajaran, (d) kualitas pengajaran, (e) kemampuan individu.
Disamping faktor guru, kualitas pengajaran  dipengaruhi juga oleh karakteristik kelas, antara lain:  
     1. Besarnya ( class size), banyak sedikitnya jumlah siswa yang belajar.   
     2. Suasana belajar  
     3. Fasilitas ddan sumber belajar yang tersedia.



BAB III
METODE PEMBELAJARAN

Metode pembelajaran adalah cara-cara atau teknik penyajian bahan pelajaran yang akan digunakan oleh guru pada saat  menyajikan bahan pelajaran , baik secara individual atau secara kelompok.
Metode ceramah adalah metode yang dilakukan guru dalam menyampaikan bahan pelajaran  di dalam kelas secara lisan.
Metode tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sama terjadi diolog antara guru dan siswa.
Metode tanya jawab biasanya dipergunakan apabila :           
1. bermaksud mengulang bahan pelajaran 
2. ingin membangkitkan perhatian siswa belajar   
3. siswa tidak terlalu banyak         
4. sebagai selingan metode ceramah          
5. untuk mengarahkan proses berpikir
Metode diskusi  adalah suatu kegitan kelompok  untuk memecahkan suatu masalah dengan maksud untuk mendapat pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih teliti tentang sesuatu atau untuk merampungkan keputusan beersama.
Metode kerja kelompok atau bekerja dalam situasi kelompok mengandung pengertian bahwa siswa dalam satu kelas dipandang sebagai satu kesatuan (kelompok) tersendiri atau dibagi atas kelompok-kelompok kecil.
Metode demonstrasi adalah suatu metode belajar yang memperlihatkan  bagaimana proses terjadinya sesuatu.
Yang dilakukan oleh guru dan siswa  bersama-sama mengerjakan misalnya siswa mengerjakan shalat jum’at merawat jenajah dll.
Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir , sebab dalm problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya  dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.
Metode sistem ragu ( Team teaching) adalah suatu pengajaran yang dilaksanakan bersama oleh beberapa orang artinya suatu metode atau cara menyajikan bahan pelajaran  yang dilakukan bersama oleh dua orang atau lebih  kepada kelompok pelajar untuk mencapai tujuan pengajaran.
Metode latihan (Drill) pada umumnya digunakan untuk memperoleh suatu ketangkassan atau keterampilan dari apa yang telah dipelajari.
Metode karyawisata adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dengan membawa siswa  mengunjungi objek yang akan dipelajari.


  
BAB IV
TUGAS, PERANAN DAN KOMPETENSI GURU


Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atau dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.
Tugas guru yang meliputi mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup, dan mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi,sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada siswa.
Peran guru sebagai demonstrator hendaknya senantiasa menguasai bahan atau meteri pelajaran yang akan diajarkannya dan mengembangkan kemampuannya.
Peran guru sebagai pengelola kelas , hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkungan  belajar serta merupakan  aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasi yang bertujuan untuk menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas untuk bermacam-macam kegiatan belajar dan mengajar agar mencapai hasil yang baik.
Guru sebagai mediator dan fasilitator hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan  karena media pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengektifkan proses belajar mengajar.
Guru sebagai evaluator hendaknya terus-menerus mengikuti  hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa dari waktu ke waktu.
Peran guru dalam pengadministrasian dapat berperan sebagai pengambilan inisiatif,wakil masyarakat,orang yang ahli dalam mata pelajaran, penegak disiplin, pelaksanaan administrasi pendidikan, pemimpin generasi muda, dan penerjemah kepada masyarakat.
Peran guru secara pribadi meliputi petugas sosial, pelajar dan ilmuwan, orang tua, pencari teladan, pencari keamanan.
Peran guru secara psikologis melipututi, ahli psikologis pendidikan, seniman dalam hubungan antara manusia, pembentuk kelompok sebagai jalan atau alat pendidikan, dan petugas kesehatan mental.
Kompetensi merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya.
Kompetensi bidang kognitif, artinya kemampuan intelektual seperti penguasaan mata pelajaran , penmgetahuan mengenai cara mengajar, dan tingkah laku individu.
Kompetensi bidang sikap artinya kesiapan dan kesediaan guru terhadap berbagai hal yang berkenan dengan tugas dan profesinya.
Kompetensi perilaku/performance, artinya kemampuan guru dalam berbagai keterampilan/berperilaku sepertyi kerterampilan mengajar, membimbing, menilai bergaul atau berkomunikasi dengan siswa.



BAB V
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR

Seorang guru harus menguasai berbagai teknik bertanya dan guru juga harus mendengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang dikemukakan oleh siswa serta memberikan tanggapan yang positif terhadap siswa.
Mohammad Uzer Usman mengemukakan bahwa pertanyaan yang tersusun dengan baik dan teknik pelontaran yang tepat akan memberikan dampak positif terhadap siswa.
Seorang guru dalam mengajukan pertanyaan harus memperhatikan komponen-komponen keterampilan bertanya yaitu:  
     1. Pertanyaan harus jelas dan singkat.       
     2. Pemberian acuan sebelum memberikan pertanyaan.      
     3. Pemindahan giliran.       
     4. Penyebaran untuk melibatkan sebanyak-banyaknya di dalam pelajaran.          
     5. Pemberian waktu berpikir          
     6. Pemberian tuntunan.
Penguatan adalah segala bentuk respon sebagai modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi sipenerima.
Jenis-jenis penguatan yaitu, penguatan verebal (menggunakan kata-kata pujian), penguatan non verbal (meliputi penguatan gerak isyarat, penguatan pendekatan, penguatan dengan sentuhan, penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan, penguatan berupa symbol atau benda).

Prinsip penggunaan penguatan:         
     a. kehangatan dan keantusiasan    
     b. kebermaknaan    
     c. menghindari penggunaan respons yang negative

Cara menggunakan penguatan:          
     a. penguatan kepada pribadi tertentu        
     b. penguatan kepada kelompok     
     c. pemberian penguatan dengan segera.    
     d. variasi dalam penggunaan.

Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya apabila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.
Beberapa prinsip penggunaan keterampilan  mengelola kelas, yaitu: kehangatan dan keantusiasan, tantangan, bervariasi, keluwesan, penekanan pada hal-hal yang positif, menanamkan disiplin guru.
Keterampilan menjelaskan dalam pengajaran ialah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematik dengan sesuatu yang belum diketahui.
Variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam mengenal konteks interaksi belajar mengajar yang ditujukan untuk mengatasi kebosanan murid sehingga tercipta antusiasme , serta penuh partisipasi.
Membuka pelajaran adalah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk untuk menciptakan prakondisi bagi murid agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya.
Cara yang dapat dilakukan oleh guru dalam menbutup pelajaran:    
     1. Meninjau kembali penguasaan inti pelajaran dengan merangkum inti pelajaran           
     2. Mengevaluasi, bentuk evaluasi yang dapat dilakukan guruseperti, mendemonstrasikan                keterampilan, mengaplikasikan ide baru pada situasi lain, mengeksplorasi pendapat                            siswa sendiri, dan memberikan soal-soal tertulis.



BAB VI

MEDIA PEMBELAJARAN

Media merupakan alat yang digunakan sebagai perantara untuk menyampaikan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemajuan audiens (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar mengajar.
Penggunaan media dalam proses belajar mengajar mempunyai fungsi tersendiri sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif dan untuk meningkatkan dan mempertinggi mutu belajar.
Media dalam proses belajar dibedakan menjadi:       
       1. Alat peraga dua dan tiga dimensi yang terdiri dari    
            a. Bagan         
            b. Grafik         
            c. Poster         
            d. Gambar mati          
            e. Peta datar   
    2. Media yang diproyeksikan adalah media yang menggunakan proyektor sehingga gambar   nampak   pada layar.    
            a. Film
            b. Slide dan filmstrip

Suatu film pendidikan dikatakan baik bila memenuhi  beberapa syarat, diantaranya adalah sangat menarik minat siswa dan autentik , up to date, sesuai dengan tingkat kematangan anak , bahasanya baik dan tepat , mendorong keaktifan siswa sejalan dengan isi pelajaran dan memuaskan dari segi teknik.
Penerapan media pembelajaran antara lain:
ü  Prinsip-prisip penggunaan media menetapkan tujuan mengajar dengan menggunakan media.
ü  Persiapan guru
ü  Persiapan kelas
ü  Langkah penyajian pelajaran dan media
ü  Langkah kegiatan belajar
ü  Langkah kegiatan evaluasi pelajaran dan media




BAB VII
PENGELOLAAN PROSES PEMBELAJARAN

Seorang guru harus memiliki kemampuan dalam merencanakan dalam merencanakan pembelajaran karena kegiatan yang direncanakan dengan matang akan lebih terarah dan tujuan yang diinginkan akan mudah tercapai.
Rencana pembelajaran harus memuat lima unsure yaitu :
   ü  Tujuan instruksional
   ü  Bahan pembelajaran
   ü  Kegiatan belajar
    ü  Metode dan alat bantu
    ü  Evaluasi / penilaian 

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran merupakan proses berlangsungnya belajar mengajar di sekolah yang meliputi interaksi antara guru dan siswa dalam menyampaikan bahan pelajaran.

Tahap-tahap dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran adalah :
          ü  Tahap Pra Instruksional, yaitu tahap yang ditempuh pada saat memulai proses pembelajaran
          ü  Tahap Instruksional yaitu tahap pemberian bahan pelajaran
          ü  Tahap Evaluasi yang beertujuan untuk mengetahui keberhasilan tahap instruksional

Pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar secara aktif.
Menurut hisyam Zaini dkk srategi pembelajaran aktif antara lain :
        1.      Critical Incident (Pengalaman Penting)
Strategi ini digunakan untuk memulai pelajaran dengan tujuan untuk melibatkan siswa sejak awal dengan melihat pengalaman mereka.
        2.      Prediction Guide (Tebak Pelajaran)
Strategi ini digunakan untuk melibatkan siswa dalam proses pembelajaran secara aktif dari awal sampai akhir .
       3.      Group Resume (Resume Kelompok)
Menggambarkan hasil yang telah dicapai oleh individu dan lebih efektif jika resume itu berkaitan dengan materi yang sedang diajarkan.
       4.      Assessment Search (Menilai Kelas)
Dilakukan dalam waktu yang cepat dan sekaligus melibatkan siswa untuk salin gmengenal dan bekerjasama.
       5.      Question Students Have (Pertanyaan  dari Siswa)
Teknik yang digunakan untuk mengetahui kebutuhan dan harapan siswa.
       6.      Active Knowledge Sharing (Saling Tukar Pengetahuan)
Diguanakan untuk melihat kemampuan siswa disamping untuk membentuk kerjasama tim
       7.      Listening Teams (Tim Pendengar)
Strategi ini membantu siswa untuk tetap konsentrasi dan terfokus dalam pelajaran yang menggunakan metode ceramah.
       8.      Synergetic Teaching (Pengajaran Sinergis)
Strategi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling berbagi hasil  belajar dari materi yang sama dengan cara yang berbeda  dengan membandingkan catatan mereka.
      9.      Active Dabate (Debat Aktif)
     10.  Card Sort (Sortir Kartu)
Merupakan kegiatan kolaboratif untuk mengajarkan konsep, karakteristik klasifikasi, untuk mereview ilmu yang telah diberikan sebelumnya. 
 11. Jigsaw Learning (Belajar Model Jigsaw)
Merupaksan strategi yang digunakan jika materi yang akan dipelajari dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan materi tersebut tidak mengharuskan urutan penyampaian.
12. Everyone Is A Teacher Here (Setiap Orang Adalah Guru)
Strategi ini tepat untuk mendapatkan partisipasi  kelas secara keseluruhan dan secara individual. Strategi ini memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk berperan sebagai guru bagi kawan-kawannya.



BAB VIII
EVALUASI  PEMBELAJARAN

Evaluasi diartikan sebagai proses proses sitematis untuk menentukan nilai sesuatu (ketentuan,kegiatan, keputusan, unjuk kerja,  proses, orang ,objek dan yang lainnya) berdasarkan criteria tertentu melalui penilaian.
Evaluasi belajar adalah proses untuk menentukan nilai belajar dan pembelajaran  yang dilaksanakan , dengan melalaui kegiatan penilaian atau pengukuran belajar  dan pembelajaran.

Evaluasi hasil belajar dengan kurikulum berbasis kompetensi dilakukan dengan cara :
   1.      Penilaian kelas, dilakukan dengan ulangan harian, ulangan umum dan ujian akhir.
   2.      Tes Kemampuan Dasar, dilakukan untuk mengetahui kemampuan membaca,menulis dan berhitung.
   3.      Penilaian Akhir
   4.      Penilaian Program, dilakukan untuk mengetahui kesesuaian kurikulum.
   5.      Benchmarking, mengukur kinerja yang sedang berjalan.

Syarat-syarat umum Evaluasi

        1.      Kesahihan (validitas)
Merupakan ketetapan evaluasi mengevaluasi apa yang seharusnya dievaluasi, dapat juga dikatakan sebagai kelayakan interpretasi terhadap hasil dari suatu instrument evaluasi atau tes dan tidak terhadap instrument itu sendiri.

        2.      Keterandalan
Faktor yang mempengaruhi keterandalan:
a.       Panjang tes (length of test)
b.      Sebaran skor(speread of test)
c.       Tingkat Kesulitan Tes (difficult of test)
d.      Objektivitas
e.       Kepraktisan

       3.      Kepraktisan
Faktor yang mempengaruhi kepraktisan instrument evaluasi meliputi:
a.       Kemudahan mengadministrasi
b.      Waktu yang disediakan untuk melancarkan evaluasi
c.       Kemudahan menskor
d.      Kemudahan interpretasi  dan aplikasi
e.       Tersedianya bentuk instrumen evaluasi yang ekuivalen atau sebanding

Fungsi evaluasi hasil belajar
              ü  Untuk diagnostic dan pengembangan
              ü  Untuk seleksi
              ü  Untuk kenaikan kelas
              ü  Untuk penempatan (pengelompokan siswa berdasarkan kepandaian)

Teknik evaluasi digunakan untuk menilai siswa yang telah lulus dan telah bekerja atau menempati pekerjaan tertentu untuk itu diperlukan data pada waktu yang bersangkutan masih duduk dibangku lembaga pendidikan dan data setelah ia bekerja.

Beberapa teknik-teknik evaluasi
            ü  Teknik pengukuran dalam kontek latihan
            ü  Teknik pengukuran dalam kontek pendidikan
            ü  Teknik-teknik evaluasi akhir pengajaran
            ü  Teknik evaluasi keterampilan reproduksi
            ü  Teknik-teknik keterampilan produktif
            ü  Teknik-teknik untuk menilai pengetahuan

Kedudukan evaluasi dalam proses pendidikan bersifat integrative, artinya setiap ada proses  pendidikan pasti ada evaluasi.


BAB IX
PEMBELAJARAN MODUL

Model pembelajaran modul merupakan salah satu metode yang paling baru yang membuka kemungkinan memberikan pengajarankepada sejumlah besar siswa dan member kesempatan bagi pengajaran individual.
Modul merupakan suatu unit yang lengkap yang terdiri dari rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk membantu siswa mencapai tujuan yang telah dirumuskan dan juga berupa suatu paket kurikulum yang disediakan untuk belajar sendiri , tanda kehadiran guru, siswa dapat belajar.

Tujuan pembelajaran modul:
        ü  Siswa dapat belajar sesuai dengan cara mereka masing-masing.
        ü  Siswa mempunyai kesempatan untuk belajar sesuai dengan kecepatan masing-masing.
       ü  Siswa dapat memilih topic pelajaran yang diminati,  karena siswa tidak mempunyai pola minat yang sama untuk mencapai tujuan yang sama.

ü  Siswa diberi kesempatan untuk mengenal kelebihan dan kukurangannya, dan memperbaiki kelemahannya melalalui program remedial.

Prinsip-prinsip pembelajaran modul
          ü  Prinsip fleksibilitas, yakni prinsipmenyesuaikan perbedaan siswa
          ü  Prinsip Feed-back
          ü  Prinsip penguasaan tuntas , artinya siswa belajar tuntas.
         ü  Prinsip remedial, memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperbaiki kesalahan atau      kelemahannya.
         ü  Prinsip motivasi dan kerja sama
        ü  Prinsip pengayaan
 
Langkah-langkah penyusunan modul adalah :
          ü  Merumuskan tujuan secara jelas dan spesifik dalam bentuk mengamati kelakuan siswa
          ü  Urutan tujuan-tujuan yang menentukan langkah-langkah diikuti dalam modul
          ü  Teks diagnotik untuk mengukur pengetahuan dan kemampuan siswa  serta latar belakang mereka sebagai peserta untuk  menempuh modul
          ü  Menyusun alasasn pentingnnya modul ini bagi siswa
       ü  Kegiatan belajar direncanakan  untuk membantu dan membimbing siswa dalam  mencapai kompetensi dan merumuskan dalan tujuan
         ü  Menyusun post-test untum mengukur hasil belajar siswa
         ü  Menyiapkan sumber-sumber  berupa bacaan yang dibutuhkan siswa

 
Modul pembelajaran merupakan  satuan yang terdiri dari komponen utama sebagai berikut :
         a.       Rumusan tujuan pengajaran yang eksplisit  dan spesifik
         b.      Petunjuk untuk guru
         c.       Petunjuk untuk siswa
        d.      Lembaran kegiatan siswa yang memuat materi  pelajaran yang harus dikuasai siswa
        e.       Lembaran kerja
        f.       Kunci lembaran kerja
        g.      Kunci evaluasi


BAB X
PEMBELAJARAN MICRO TEACHING

Micro teaching berasal dari dua kata , yaitu micro yang berarti kecil, terbatas senpit dan teaching yang berarti mengajar.        
Micro teaching berarti suatu kegiatan mengajar yang dilakukan dengan cara menyederhanakan atau segalanya dikecilkan  seperti jumlsh murid antara 5-10 orang, waktu mengajar,bahan pelajaran cukup satu atau dua unit kecil  yang sderhana dan difokuskan pada ketrampilan mengajar tertentu.
Unsure –unsur yang penting dalam micro teaching adalah :
ü  Tujuan dan sasaran ketrampilan
ü  Struktur dan organisasinya
ü  Perencaaan dan jadwal
ü  Pembinaan
ü  Feed-back
ü  Siswa utuk micro teaching
ü  Sarana kegiatan
Tujuan umum micro teaching adalah mempersiap[kan calon guru untuk menghadapi pekerjaan mengajar sepenuhnya di muka kelas dengan memiliki pengetahuan , ketrampilan, kecakapan dan sikap sebagai guru  yang professional.

Micro teaching dapat digunakan dalam:
              ü  Latihan Pre Service , yaitu bagi calon guru
              ü  Latihan In Service, yaitu bagi guru atau pemilik
              ü  Latihan bagi kelompok perdamaian, artinya para calon kelompok perdamaian.
              ü  Latihan bagi guru-guru(dosen) perguruan tinggi
              ü  Penyuluhan micro
              ü  Latihan bagi supervisor

 Pola dasar operasional micro teaching:
            a.       Prinsip efesiensi
            b.      Prinsip koordinasi
            c.       Prinsip koperasi / komunikasi
            d.      Prinsip prioritas


 Tujuan operasional micro teaching:
        ü  Mengembangkan kemampuan diri untuk wawas diri dan menilai orang lain
        ü  Memungkinkan adanya perbaikan dalam waktu singkat
        ü  Menanamkan rasa percaya diri sendiri dan sifat terbuka dari kritik orang lain
        ü  Menanamkan kesadaran akan nilai ketrampilan mengajar dan komponen-komponennya
      ü  Menyiapkan bekal mahasiswa dalam menghadapi praktek keguruan dan memecahkan kesulitan dalam mengajar
     ü  Mengenal kelemahan-kelemahan dan kekeliruan-kekeliruan dalam penampilan keterampilan mengajar siswa


Keterampilan-ketrampilan yang termasuk dalam program kurikulum  Micro Teaching:
             ü  Keterampilan member motivasi
             ü  Keterampilan presentase dan komunikasi
             ü  Keterampilan mengemukakan pertanyaan
         ü  Keterampilan memimpin kegiatan belajar dalam kelompok kecil, maupun belajar secara perorangan
            ü  Mengembangkan kegiatan berpikir murid
            ü  Keterampilan mengadakan evaluasi
            ü  Keterampilan mengelola kelas

Prosedur micro teaching
              a.       Diskusi dan analisa macam-macam keterampilan
              b.      Model : sebagai contoh penampilanketerampilan
              c.       Tugas untuk micro teaching dan penyusunan persiapan
             d.      Praktek micro teaching dengan memperhatikan murid,tempat, alat,observasi dan pencatatan  oleh dosen pembimbing , guru pamong dan calon guru.
             e.       Feed-back/ umpan balik
            f.       Mengubah/ memperbaiki persiapan mengajar
            g.      Praktek micro teaching ulang
            h.      Observasi  dan pencatatan dilakukan lagi
            i.        Menyoroti perbaikan-perbaikan  yang telah dicapai oleh calon guru

Langkah-langkah pembelajaran micro teaching:
           ü  Pengenalan (pemahaman) tentang konsep pengajaran micro
           ü  Penyajian model
           ü  Persiapan / perencanaan mengajar
           ü  Praktek pengajaran
           ü  Diskusi/feed back


 Guna feed-back / umpan balik:
    a.       Mengaktifkan seluruh person yang tersangkut dalam micro teaching
   b.      Merupakan arena yang menberikan kesempatan untuk mengeluarkan pendapat/kritik membangun dan memdiskusikan suatu masalah yang dihadapi bersama
    c.       Kesempatan mengenali diri sendiri dan mendorong untuk memperbaiki
    d.      Mengetahui kelemahan sendiri dan mendorong untuk memperbaiki
    e.       Mempunyai sikap terbuka terhadap orang lain
    f.       Mengembangkan rassa percaya kepada diri sendiri 
    g.      Memupuk kerja sama
    h.      Merupakan usaha bersama untuk menyempurnakan keterampilan guru

i.        Dapat dijadikan bahan penelitian/ riset praktek kep[endidikan
Untuk penampilan keterampilan induction (penghantar) pengajaran harus memperlihatkan  keterampilan-keterampilan:
           ü  Mencari minat anak
           ü  Menciptakan suasana belajar
           ü  Menimbulkan pengertian
           ü  Appersepsi (mengadakan batu loncatan)
           ü  Bahan pelajaran mencari sendiri


 Micro teaching hanya merupakan jembatan  dari teori ke praktek , dan hanya merupakan bekal untuk terjun dalam praktek di sekolah latihan. Oleh sebab itu micro teaching harus dilanjutkan dengan praktek  di sekolah latihan.


Perencanaan dalam micro teaching  harus terperinci, mengenai :
               ü  Tujuan sasaran kegiatan
               ü  Pola organisasi
               ü  Pembuatan persiapan mengajar
               ü  Jadwal
               ü  Pembinaan
               ü  Personalia dalam kegiatan micro teaching
               ü  Prasarana dan sarana

Dalam pelaksanaan micro teaching hendaknya:
             ü  Mendapat teori lebih dahulu
             ü  Observasi pelaksanaan micro teaching
             ü  Observasi di sekolah latihan
             ü  Praktek micro teaching
             ü  Praktek sesungguhnya di sekolah latihan.

0 Response to "STRATEGI BELAJAR MENGAJAR UNTUK PERSIAPAN MICRO TEACHING"

Post a Comment