Makalah " PENTINGNYA PEMBELAJARAN LATIHAN DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR FISIKA"

.
Ads Here

BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang Masalah
            Pendidikan sebagai salah satu sektor paling penting dalam pembangunan nasional, dijadikan sebagai andalan utama untuk berfungsi semaksimal mungkin dalam upaya meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Disamping perkembangan ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi yang pesat juaga menuntut kita untuk mampu bersaing dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain dalam perkembangan tersebut. Namun pada nyatanya mutu pendidikan kita masih sangat rendah yang adalah masalah utamanya.         
            Perkembangan suatu bangsa yang juga dapat dilihat dari perkembangan pendidikannya memaksa agar mutu pendidikannya juga berkualitas. Pendidikan yang tidak hanya dipandang sebagai usaha pemberian informasi, pembentukan keterampilan,namun juga usaha untuk menunjukkan keinginan , kebutuhan, kemampuan individu dalam mencapai pola hidup pribadi dan social yang memuaskan serta  untuk persiapan kehidupan yang akan datang.
Menurut Oemar (2011:1) “ berbicara tentang proses pendidikan sudah tentu tak dapat dipisahkan dengan semua upaya yang harus dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas. Kesiapan manusia dalam menyambut teknologi juga memaksa sumber daya manusia itu ditingkatkan agar dapat menguasainya pada zaman modern sekarang ini.  Hal ini menempatkan mata pelajaran fisika  sebagai pelajaran yang penting untuk dipelajari  sebab pelajaran fisika merupakan salah satu dasar untuk memahami dan mengembangkan teknologi tersebut.      
            Berdasarkan pengalaman penulis ketika menginjakkan kaki di SMA, penulis sering mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran fisika, seperti dalam memahami konsep,teori dan pengerjaan soal-soal. Guru keseringan hanya meberikan rumus-rumus persamaannya dan penyelesaiannya tanpa menjelaskan konsepnya dan Pembelajaran yang digunakan dalam menyampaikan pelajaran fisika adalah  Pembelajaran konvensional. Hal ini berpengaruh terhadap siswa sehingga mempunyai kecenderungan tidak mau mempelajari terlebih dahulu konsep-konsep atau mata pelajaran sebelum konsep dan mata pelajaran itu dimulai.    
            Sehubungan dengan masalah di atas , perlu ditinjau suatu cara untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam memotivasi siswa untuk mau belajar dan membuat siswa aktif dalam proses belajar mengajar. Tentu ini adalah suatu tantangan bagi seorang guru untuk bisa menangani permasalahan tersebut dan seorang guru diharapkan memiliki
kemampuan untuk membangkitkan belajar siswa dalam belajar fisika. Disamping itu guru diharapkan dapat merencanakan kegiatan siswa yang bervariasi sehingga siswa tidak menganggap fisika itu sulit dan membossankan.            
            Keterlibatan intelektual-emosional siswa  dalam kegiatan pembelajaran adalah factor utama untuk dapat melakukan kegiatan tersebut yang terjadi pada saat mengadakan  latihan-latihan dalam pembentukan keterampilan.
            Dari pandanagan di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses mental  pembentukan perilaku melalui latihan-latihan secara otomatis yang dipengaruhi oleh factor internal dan eksternal siswa yang saling berinteraksi.    
            Pembelajaran latihan (Drill) digunakan untuk memperolah suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan keterampilan. Siswa dituntut aktif melakukan kegiatan yang mencerminkan keterampilan proses, sehingga siswa lebih aktif melakukan kegiatan belajar untuk menemukan atau mengelola sendiri perolehan belajar (pengetahuan dan keterampilan) yang perlu dikuasai dan tidak lagi hanya menerima penjelasan-penjelasan yang diberikan oleh guru.    
       
1.2     Rumusan Masalah

            Sebagaimana pembatasan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
      1.      Bagaimanakah peranan pembelajaran latihan dalam membantu mengatasi kesulitan belajar fisika?
      2.      Bagaimanakah cara yang dilakukan seorang pengajar dalam mengatasi kesulitan belajar?

1.3     Tujuan 

          Berdasarkan rumusan masalah di atas penulisan karya ilmiah dilakukan dengan tujuan untuk :
     1.      Untuk mengetahui peranan pembelajaran latihan dalam membantu mengatasi pembelajaran fisika.
    2.      Untuk mengetahui bagaimana cara yang dilakukan seorang pengajar dalam mengatasi kesulitan belajar fisika. 

1.4     Manfaat Penulisan
 
            Penulisan karya ilmiah ini  diharapkan dapat bermanfaat bagi banyak pihak yaitu:
1.      Sebagai sumber informasi dan bahan perbandingan bagi para penulis lainnya pada bidang permasalahan yang sama.
2.      Sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi guru untuk menerapkan pembelajaran latihan dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa.
3.      Sebagai sumber informasi dan referensi bagi para penulis lainnya.
4.      Sebagai sarana untuk memperluas pengetahuan dan menambah kompetensi penulis sebagai calon pendidik.
 

BAB II
PEMBAHASAN


2.1  Pengertian Belajar

Belajar, perkembangan dan pendidikan merupakan hal yang menarik dipelajari. Belajar dilakukan oleh siswa secara individu. perkembangan dialami oleh individu siswa, sedangkan pendidkan merupakan kegiatan interaksi. Dalam kegiatan interaksi tersebut guru bertindak mendidik siswa sehingga tindakan mendidik siswa trsebut terjadi pada perkembangan siswa menjadi mandiri, dimana untuk dapat berkembang menjadi mandiri siswa harus belajar.           
             Dalam Oemar (2011:42) “menurut teori mental state belajar adalah memperoleh pengetahuan melalui  alat indra yang disampaikan dalam bentuk perangsang-perangsang dari luar. Pengalaman-pengalaman berasosiasi dan bereproduksi , karena itu latihan memegang peranan penting. Lebih banyak latihan dan ulangan , maka akan lebih dan lebih lama pengalaman dan pengetahuan itu tinggal dalam kesadaran dan ingatan seseorang, dan sebaliknya kurang ulangan dan latihan maka pengalaman/ pengetahuan akan cepat terlupakan.           
            Sedangkan menurut Henry E. Garret dalam sagala(2003:13) “ berpendapat bahwa belajar merupakan proses yang berlangsung dalam jangka waktu lama melalui latihan maupun pengalaman yang membawa kepada perubahan diri dan perubahan cara mereaksi  terhadap suatu perangsang tertentu. Menurut Skinnet dalam Dimyati dan Mudjiono (2006:9) “ bahwa belajar adalah suatu perilaku , dimana padasaat orang belajar maka responnya menjadi lebih baik dan juga sebaliknya , bila ia tidak belajarmaka responnya menurun.        
            Selanjutnya teori belajar koneksionisme dan hukum-hukum belajar dalam Oemar (2011:44) “ teori ini mempunyai doktrin pokok, yakni hubungan antar stimulus dan respon , asosiasi-asosiasi dibuat antara kesan-kesan pengadaan dan dorongan-dorongan untuk berbuat dengan memperhatikan hukum-hukum belajar sebagai berikut:
1.      Hukum Pengaruh (The law of effect)           
Menurut hukum ini hubungan-hubungan diperkuat atau diperlemah tergantung kepada kepuasan atau ketidaksenangan  yang berkenaan dengan penggunaannya.
2.      Hukum Latihan (The law of exercise)          
hukum ini menyatakan apabila hubungan itu sering dilatih,maka ia akan menjadi kuat (Fixed)
3.      Hukum Kesediaan/Kesiapan (The law of readines)  
Apabila suatu ikatan siap untuk berbuat, perbuatan itu memberikan kepuasan , sebaliknya apabila tidak siap maka akan menimbulkan ketidakpuasan/ketidaksenangan.

2.2  Pembelajaran Latihan
Seorang siswa perlu memiliki ketangkasan atau ketrampilan dalam sesuatu. Sebab itu di dalam proses belajar mengajar , perlu diadakan latihan untuk menguasai ketrampilan tersebut.maka salah satu teknik penyajianpelajaran untuk memenuhi tuntutan tersebut ialah teknik latihan atau drill. Ialah suatu teknik yang dapat diartikan sebagai suatu cara mengajar di mana siswa melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan, agar siswa memiliki ketangkasan atau ketrampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari. 
            Pembelajaran mengajar latihan digunakan untuk tujuan agar siswa:
   1.      Memiliki ketrampilan motoris/ gerak seperti menghafalkan kata-kata,menulis , mempergunakan alat/ membuat suatu benda.
   2.      Mengembangkan kecakapan intelek, seperti mengalikan , membagi ,menjumlahkan, mengurangi, menarik akar dalam hitungan.
   3.      Memiliki kemampuan menghubungkan antara sesuatau keadaan dengan hal lain, seperti hubungan sebab akibat banyak hujan-banjir, penggunaan lambang / simbol di dalam peta dan lain-lain.

Dalam penggunaan  Pembelajaran latihan agar berhasil guna dan berdaya guna  perlu ditanamkan pengertian bagi guru maupun siswa yaitu:
   a.       Tentang sifat-sifat suatu latihan, bahwa setiap latihan harus selalu berbeda dengan latihan yang sebelumnya. Perlu diperhatikan juga adanya perubahan kondisi/situasi belajar yang menuntut daya tanggap/respon yang berbeda pula, dan juga perlu disadari bahwa dalam segala perbuatan manusia , kadang-kadang ada ketrampilan yang sederhana yang bisa dikuasai dalam aktu singkat dan ada juga ketrampilanyang sukar, sehingga memerlukan latihan dengan waktu jangka lama serta latihan yang maksimal.
   b.      Guru perlu memperhatikan dan memahami nilai dari latihan itu sendiri serta kaitannya dengan keseluruhan pelajaran di sekolah. Dalam persiapan sebelum memasuki latihan guru harus memberi pengertian dan perumusan tujuan yang jelas bagi siswa , sehingga mereka mengerti dan memahami apa tujuan latihan dan begaimana kaitannya dengan pelajaran-pelajaran lain yang diterimanya. Persiapan yang baik sebelum latihan mendorong/ memotivasi siswa agar responsif yang fungsiona, berarti dan bermakna bagi penerima pengetahuan dan akan lama tinggal dalam jiwanya karena sifatnya permanen , serta siap untuk digunakan / dimanfaatkan oleh siswa dalam kehidupan.

Suatu latihan yang dijalankan dengan cara tertentu yang telah dianggap baik dan tepat mengakibatkan ketrampilan yang diperoleh siswa umumnya juga menetap/pasti. 
            Untuk kesuksesan pelaksanaan Pembelajaran latihan, guru perlu memperhatikan langkah-langkah / prosedur yang disusun demikian:
   1.      Menggunakan latihan hanya untuk pelajaran atau tindakan yang dilakukan secara otomatis,dilakukan tanpa menggunakan pikiran dan pertimbangan yang mendalam.
      2.      Memilih latihan yang mempunyai arti luas yang dapat menanamkan pengertian pemahaman akan makna dan tujuan latihan  sebelum mereka malakukan.
    3.      Latihan harus lebih menekankan pada diagnosa , karena latihan permulaan itu kita belum bisa mengharapkan siswa dapat menghasilkan ketrampilan yang sempurna, untuk itu guru menunjukkan kepada siswa respon yang telah benar dan memperbaiki respon-respon yang salah.
   4.      Mengutamakan ketepatan , agar siswa melakukan latihan secara tepat , dan memperhatikan kecepatan menurut waktu yang telah ditentukan.
    5.      Memperhitungkan waktu/masa latihan yang singkat agar tidak meletihkan dan membosankan, perlu mengubah situasi dan kondisi sehingga menimbulkan optimisme pada siswa dan kemungkinan rasa gembira itu bisa menghasilkan ketrampilan yang baik.
    6.      Memikirkan dan mengutamakan proses-proses yang esensial / yang pokok atau inti;  sehingga tidak tenggelam pada hal-hal yang rendah.
   7.      Memperhatikan perbedaan individual siswa;sehingga kemampuan dan kebutuhan  siswa masing-masing tersalurkan/dikembangkan.

Pembelajaran pengajaran latihan ini mempunyai kelebihan dan kelemahan yaitu:
      a.       Pembelajaran latihan mempunyai kelebihan , antara lain:
1.      Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis,melafalkan huruf,membuat dan menggunakan alat-alat.
2.      Dapat untuk memperoleh kecakapan mental , seperti dalam perkalian,penjumlahan, pengurangan, pembagian , tanda-tanda/ simbol.
3.      Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.
4.      Pemanfaatan kebiasaan-kebiasaan tidak memerlukan banyak kensentrasi dalam pelaksanaannya.
 
         b.      Kelemahan Pembelajaran latihan, antara lain:
1.      Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karen anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan jauh dari pengertian
2.      Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan
3.      Kadang-kadan latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan
4.      Dapat menimbulkan verbalisme

         c.       Cara mengatasi kelemahan-kelemahan Pembelajaran latihan, antara lain:
1.      Latihan hanya untuk bahan atau tindakan yang bersifat otomatis.
2.      Latihan harus memiliki arti yang luas
3.      Masa latihan relatif harus singkat, tetapi harus sering dilakukan pada waktu-waktu tertentu
4.      Latihan harus menerik, gembira dan tidak membosankan.


2.3 Faktor dan Usaha MengatasI Kesulitan Belajar

Faktor yang menimbulkan kesulitan belajar:

1 .Kemampuan anak yang berbeda-beda,seperti:
  a.Cepat dalam belajar:seharusnya anak seperti tersebut ditambah pelatihan walaupun sudah paham
  b.Lambat dalam belajar:Seharusnya anak yang mengalami seperti ini diberi tambahan waktu belajar dan di masukan kelas khusus agar tidak ketinggalan
 c.Anak kreatif:Anaka seperti ini cenderung lebih aktif dalam bakat yang dimilikinya maka hal seperti itu harus diberi kebebasan dalam mengembangkan bakatnya dan tidak terlalu menekankan untuk bisa dalam pembelajaran umum.

2.Peranan guru dalam proses belajar
Untuk mengatasi kesulitan-kesulitan belajar, kamu dapat melakukan langkah-langkah berikut ini : a. Guru sebaiknya sebagai motivator bagi peserta didik
b. Memberi fasilitas pencapaian tujuan melalui pengalaman yang memadai
c. Membentuk kebiasaan yang baik
d. Memberikan ganjaran kepada peserta didik dengan hasil yang dicapai
e. Menjelaskan secara konkrit
f. Mengetahui dan memahami karakter peserta didik
g. Membantu menyelesaikan permasalahan yang ditanggung peserta didik dalam          proses pembelajaran maupun masalah pribadi
h. Menilai setiap langkah kegiatan murid
i. Memliki kecakapan untuk memimpin
j. Dapat menghubungkan materi pelajaran dengan pekerjaan-pekerjaan praktis
k. Membuat kontak dengan orang tua murid
l. Lebih suka mengukur daripada menebak
m. Sukarela dalam melakukan pekerjaan ekstra
n. Dapat menyesuaikan diri dan sabar
o. Berkemauan untuk melatih diri
p. Memiliki sikap yang konstruktifdan bertanggung jawab
  1. Menetapkan atau memetakan lokasi kesulitan belajarmu, misalnya dengan cara membuat rata-rata nilai yang peroleh pada setiap mata pelajaran, membuat grafik yang menggambarkan pelajaran mana yang sulit untuk kamu kuasai, dan merencanakan solusinya. solusi tersebut bisa kamu dapat dari konsultasi dengan guru, orang tua, ahli psikologi atau teman yang bisa kamu percaya.
  2. Selanjutnya, bersama orang yang bisa kamu percaya, kamu bisa mulai menganalisa perkembangan prestasi belajarmu. Dari pembicaraan tersebut di harapkan bisa di temukan solusi untuk mengatasi keseulitan memahami mata pelajaran yang sulit untuk di kuasai.
  3. Kamu harus berani menemui guru yang mengajar mata pelajaran tesebut, berdialog secara jujur dan terbuka tentang kesulitan belajarmu dan mendapatkan kesepakatan tentang apa yang seharusnya kamu lakukan.
  4. Kamu bisa mencari latar belakang penyebab kesulitan belajarmu bersama guru pembimbing, Misalnya kamu bisa menganalisis dokumen diri yang meliputi identitas, riwayat pendidikan, prestasi belajar, keluarga, minat, bakat, cita-cita, kecerdasan, lingkungan sosial, riwayat kesehatan, catatan/komentar guru mata pelajaran dan orang tua, kedudukanmu dalam kelompok sosial, dan sebagainya. Dari sini kemungkinan besar kamu akan memahami mengapa kamu sekarang mengalami kesulitan belajar.
  5. Akhirnya, kamu harus bersungguh-sungguh menetapkan hati untuk memecahkan masalah kesulitan belajar ini. Berdasarkan hasil pembicaraan dengan berbagai pihak, kamu harus berani menetapkan langkah-langkah penting untuk mengatasi masalah ini. mungkin kamu perlu mengikuti pelajaran tambahan, mengikuti penyuluhan, mengikuti bimbingan kelompok, bahkan bila perlu kamu boleh menemui orang yang ahli untuk menangani masalahmu ini.
itulah lima langkah yang mungkin bisa dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajarmu, semoga belajarmu tambah semangat dan pretasi terbaik bisa di raih.



BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Peranan peranan latihan dalam mengatasi kesulitan belajar yaitu:
   ·         Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis,melafalkan huruf,membuat dan menggunakan alat-alat.
    ·         Dapat untuk memperoleh kecakapan mental , seperti dalam perkalian,penjumlahan, pengurangan, pembagian , tanda-tanda/ simbol.
    ·         Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.
·         Pemanfaatan kebiasaan-kebiasaan tidak memerlukan banyak kensentrasi dalam pelaksanaannya.

Cari yang dilakukan seorang pengajar dalam mengatasi kesulitan belajar:
·           Guru sebaiknya sebagai motivator bagi peserta didik
·            Memberi fasilitas pencapaian tujuan melalui pengalaman yang memadai
·           Membentuk kebiasaan yang baik
·           Memberikan ganjaran kepada peserta didik dengan hasil yang dicapai
·           Menjelaskan secara konkrit
·           Mengetahui dan memahami karakter peserta didik
·           Membantu menyelesaikan permasalahan yang ditanggung peserta didik dalam          proses pembelajaran maupun masalah pribadi
·           Menilai setiap langkah kegiatan murid
·           Memliki kecakapan untuk memimpin
·           Dapat menghubungkan materi pelajaran dengan pekerjaan-pekerjaan praktis
·           Membuat kontak dengan orang tua murid
·           Lebih suka mengukur daripada menebak
·           Sukarela dalam melakukan pekerjaan ekstra
·           Dapat menyesuaikan diri dan sabar
·           Berkemauan untuk melatih diri
·           Memiliki sikap yang konstruktifdan bertanggung jawab

3.2 SARAN

Penulisan karya ilmiah ini belumlah sempurna, penulis sanagat mengharapkan kritikan dan saran-saran yang bersifat membangun untuk penyempurnaan penulisan makalah ini.
Guru diharapkan bisa menjadi motif yang menyenangkan bagi siswa sebagai mana bahwa ketertarikan seorang siswa terhadap guru sanagt berpengaruh terhadap ketertarikan siswa terhadap mata pelajaran yang dibawakan oleh guru tersebut.




DAFTAR PUSTAKA


Ahmad Sabri, H. 2007. Strategi Belajar Mengajar Micro Teaching.Padang. Micro                   Teaching.
Bahri, Syiful Djamarah. 2000. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif.           Jakarta : PT Rineka Cipta
Dimyati, dkk. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta
Hamalik, Oemar. 2001. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan           Sistem. Bandung: Bumi Aksara
http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2197703-usaha-mengatasi-kesulitan-belajar/#ixzz2SbWkQyz4
N, Roestiyah.K.2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta
Sagala, Syaiful. 2003. Komsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta
Sudjana.2001. Metode dan Teknik Pembelajaran Partisipatif. Bandun : Falah           Production.
Triamto. 2009. Mendesain Pembelajaran Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta:           Kencana


0 Response to "Makalah " PENTINGNYA PEMBELAJARAN LATIHAN DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR FISIKA""

Post a Comment