GURU BERPERAN SEBAGAI MOTIVATOR

.
Ads Here
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Guru sebagai pemegang otoritas dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dikelas harus bisa menciptakan Proses pembelajaran yang menyenangkan sehingga Siswa dapat betah belajar disekolah, sehingga ilmu pengetahuan yang ditransfer oleh guru dapat diserap dan dapat dipahami serta dapat diamalkan dalam kehidupan sehari – hari.
Menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah dilakukan. Guru tidak hanya dituntut harus mampu sebagai agent of learning, tetapi juga harus mampu memerankan dirinya sebagai agent of change (agen perubahan) bagi peserta didik. Karenanya, seorang guru diharapkan dapat menjadi seorang pendidik yang tidak hanya sebatas mengajar, tetapi juga harus mampu menjadi motivator serta terlibat langsung dalam proses pengubahan sikap dan perilaku (akhlak) siswa.
Proses pembelajaran akan berhasil apabila siswa mempunyai motivasi dalam belajar. Oleh sebab itu, guru perlu menumbuhkan motivasi belajar siswa. Unntuk memperoleh hasil belajar yang optimal, guru dituntut kreatif membangkitkan motivasi belajar siswa, sehingga terbentuk perilaku belajar siswa yang efektif.
Dalam Permendiknas No. 22 Tahun 2007 dikemukakan bahwa tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Guru sebagai motivator akhlak adalah yang bertugas memberikan dorongan atau stimulasi kepada siswanya untuk bersikap dan bertutur laku dengan baik mengenai perilaku dan kecerdasan pikiran, dalam hal ini budi pekerti atau akhlak.
Bagaimana upaya guru agar dapat menjadi motivator belajar dan motivator akhlak peserta didik? Makalah ini bertujuan untuk mengetahui upaya agar menjadi guru yang dapat menjadi motivator belajar dan motivator akhlak yang baik. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai 1)Peranan guru sebagai motivator; 2)Cara menjadi guru yang penuh motivasi; 3)Upaya guru agar menjadi motivator akhlak yang baik.
Guru harus mampu merancang dan menerjemahkan dokumen kurikulum yang statis menjadi aktivitas yang dinamis dalam proses pembelajaran .Kondisi nyata pada saat ini masih banyak guru yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan cara konvensional tanpa ada kemauan untuk menciptakan inovasi, bahkan masih ada guru yang  tidak pernah memberikan Hadiah dan pujian ( reward) kepada siswa yang aktif atau berprestasi,sehingga siswa merasa bosan dan kurang termotivasi untuk mengikuti pembelajaran disekolah. Mensikapi kondisi sebagaimana tersebut diatas, maka penulis tertarik membuat makalah dengan judul   “ Peranan Guru sebagai motivator “.
Agar siswa dapat termotivasi dalam belajar disekolah tentu saja seorang guru dituntut untuk memperluas pengetahuan yang berkaitan dengan psikologi pendidikan dan mengasah keterampilan mengajar melalui berbagai referensi dan sumber belajar maupun dari seminar-seminar atau pelatihan serta dapat memahami keunikan Individu peserta didik.




BAB II
PEMBAHASAN
Guru sebagai Motivator
Makna pembelajaran dikatakan berhasil bila siswa mempunyai motivasi dalam belajar sehingga terbentuk perilaku belajar siswa yang efektif.     Oleh karena itu peran seorang  guru bukan hanya semata-mata mentransfer ilmu mata pelajarannya kepada siswa, tetapi, guru juga sebagai motivator bagi siswa agar memiliki orientasi dalam belajar.      Guru harus mampu menumbuhkan dan merangsang semua potensi yang terdapat pada siswanya serta mengarahkan agar mereka dapat memanfaatkan potensinya tersebut secara tepat, sehingga siswa dapat belajar dengan tekun untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.     Kondisi inilah yang menyebabkan pergeseran makna pembelajaran dari pembelajaran yang berorientasi kepada guru (teacher oriented) ke pembelajaran yang berorientasi kepada siswa (student oriented).
Pembelajaran yang berorientasi kepada siswa bertujuan agar dapat menimbulkan motivasi intrinsik pada diri siswa.    Maksudnya bahwa motivasi siswa dapat timbul tanpa perlu adanya rangsangan dari luar karena di dalam diri mereka sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.  Misalnya siswa yang memiliki minat membaca.    Timbulnya minat membaca dari dalam diri siswa atas kesadarannya sendiri.    Ia rajin mencari buku-buku yang ingin dibacanya.   Keinginan untuk membaca timbul karena dorongan dan kesadaran dari dalam dirinya sendiri, jadi siswa tidak terus-terusan  dijejali dengan perintah atau instruksi untuk melakukan aktivitas membaca.
Contoh motivasi intrinsik lainnya, seorang siswa yang melakukan kegiatan belajar karena betul-betul memiliki kesadaran dan paham akan tujuan dari belajar itu sendiri.    Mereka ingin mendapatkan pengetahuan dan merubah tingkah lakunya secara konstruktif.   Dorongan atas kebutuhan inilah yang menggerakkan mereka untuk mencapai keinginannya, bahwa mereka harus menjadi orang terdidik dan luas pengetahuannya melalui kegiatan belajar.

Peranan guru sebagai motivator
Sebagai seorang siswa rasa lelah, jenuh dan beberapa alasan lain bisa muncul setiap saat.    Disinilah unsur guru sangat penting dalam memberikan motivasi, mendorong dan memberikan respon positif guna membangkitkan kembali semangat siswa yang mulai menurun.    Guru seolah sebagai alat pembangkit motivasi (motivator) bagi peserta didiknya, yaitu :
  • Bersikap terbuka, artinya bahwa seorang guru harus dapat mendorong siswanya agar berani mengungkapkan pendapat dan menanggapinya dengan positif.    Guru juga harus bisa menerima segala kekurangan dan kelebihan tiap siswanya.    Dalam batas tertentu, guru berusaha memahami kemungkinan terdapatnya masalah pribadi dari siswa, yakni dengan menunjukkan perhatian terhadap permasalahan yang dihadapi siswa, dan menunjukkan sikap ramah serta penuh pengertian terhadap siswa.
  • Membantu siswa agar mampu memahami dan memanfaatkan potensi yang ada pada dirinya secara optimal.    Maksudnya bahwa dalam proses penemuan bakat terkadang tidak secepat yang dibayangkan.    Harus disesuaikan dengan karakter bawaan setiap siswa. Bakat diibaratkan seperti tanaman.     Karena dalam mengembangkan bakat siswa diperlukan “pupuk” layaknya tanaman yang harus dirawat dengan telaten, sabar dan penuh perhatian.    Dalam hal ini motivasi sangat dibutuhkan untuk setiap siswa guna mengembangkan bakatnya tersebut sehingga dapat meraih prestasi yang membanggakan.    Ini berguna untuk membantu siswa agar memiliki rasa percaya diri dan memiliki keberanian dalam membuat keputusan.
  • Menciptakan hubungan yang serasi dan penuh kegairahan dalam interaksi belajar mengajar di kelas.     Hal ini dapat ditunjukkan antara lain, menangani perilaku siswa yang tidak diinginkan secara positif, menunjukkan kegairahan dalam mengajar, murah senyum, mampu mengendalikan emosi, dan mampu bersifat proporsional sehingga berbagai masalah pribadi dari guru itu sendiri dapat didudukan pada tempatnya.

Bentuk-Bentuk Motivasi Di Sekolah
Ada beberapa bentuk dan cara untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah.
1. Member angka
Angka-angka yang baik itu bagi para siswa merupakan motivasi yang sangat kuat. Tetapi ada juga, bahkan banyak siswa yang bekerja atau belajar hanya ingin mengejar pokoknya naik kelas saja. Ini menunjukan motivasi kurang berbobot bila dibandingkan dengan siswa-siswa yang menginginkan angka baik. Oleh karena itu, langkah selanjutnya yang ditempuh oleh guru adalah bagaimana cara memberikan angka-angka dapat dikaitkan dengan values yang terkandung di dalam setiap pengetahuan yang diajarkan kepada para siswa sehingga tidak sekedar kognitif saja tetapi juga keterampilan dan efeksinya.


2. Hadiah
Hadiah dapat juga dikatakan sebagai motivasi, tetapi tidaklah selalu demikian. Karena hadiah untuk suatu pekerjaan, mungkin tidak akan menarik bagi seseorang yang tidak senang dan tidak berbakat untuk suatu pekerjaan tersebut. Sebagai contoh hadiah yang diberikan untuk gambar yang terbaik mungkin tidak akan menarik bagi seseorang siswa tidak mmiliki bakat menggambar.

3. Saingan atau kompetensi
Saingan atau kompetensi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong belajar siswa. Persaingan, baik persaingan individual maupun persaingan kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Memang unsure persaingan ini banyak dimanfaatkan di dalam dunia industry atau perdagangan, tetapi juga sangat baik digunakan untuk meningkatkan kegiatan belajar siswa.

4. Ego-involvement
Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri, adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting.

5. Member ulangan
Para siswa akan menjadi giat belajar kalau mengetahui aka nada ulangan. Oleh karena itu member ulangan ini juga merupakan sarana motivasi. Tetapi yang harus diingat oleh guru, adalah jangan terlalu sering (misalnya setiap hari) karena bisa membosankan dan bersifat rutinitas. Dalam hal ini guru harus juga terbuka maksudnya, kalau akan ulangan harus diberitahukan kepada siswanya.

6. Mengetahui hasil
Dengan mengetahui hasil pekerjaan, apalagi kalau terjadi kemajuan, akan mendorong siswa untuk belajar lebih giat. Semakin mengetahui bahwa grafik hasil belajar meningkat, maka ada motivasi pada diri siswa untuk terus belajar, dengan suatu harapan hasilnya terus meningkat.

7. Pujian
Apabila ada siswa yang sukses yang berhasil menyelesaikan tugas dengan baik, perlu diberikan pujian. Pujian ini adalah bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Oleh karena itu supaya pujian ini merupakan motivasi, pemberiannya harus tepat. Dengan pujian yang tepat akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi gairah belajar sekaligus akan membangkitkan harga diri.
Hukuman bagai reinforcement yang negative tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. Oleh karena itu guru harus memahami prinsip-prinsip pemberian hukuman.

8. Hasrat untuk belajar
Hasrat untuk belajar, berarti ada unsur kesengajaan, ada maksud untuk belajar. Hal ini akan lebih baik, bila dibndingkan segala sesuatu kegiatan yang tanpa maksud.

9. Minat
Motivasi sangat erat hubungannya dengan unsure minat. Motivasi muncul karena ada kebutuhan, begitu juga minat sehingga tepatlah kalau minat merupakan alat motivasi yang pokok. Proses belajar itu akan berjalan lancer kalau disertai dengan minat. Mengenai minat ini antara lain dapat dibangkitkan dengan cara-cara sebagai berikut:
·         Membangkitkan adanya suatu kebutuhan
·         Menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau
·         Member kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik
·         Menggunakan berbagai macam bentuk mengajar

10. Tujuan yang diakui
Rumusan tujuan yang diakui dan diterima baik oleh siswa, akan merupakan alat motivasi yang sangat penting. Sebab dengan memahami tujuan yang harus dicapai, karena dirasa sangat berguna dan menguntungkan, maka akan timbul gairah untuk terus belajar.
Guru yang telah memiliki empat kompetensi maka layak disebut sebagai guru Profesional yang harus bisa melaksanakan Fungsi Motivasi kepada siswa. Menurut Oemar Hamalik ( 2002) ada tiga fungsi motivasi :
1.      Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepas energy. Motivasi dalam hal ini merupakan langkah penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
2.      Menentukan arah perbuatan ,yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat member arah dalam kegiatan sesuai dengan rumusan tujuan.
3.      Menyeleksi perbuatan, yakni menetukan perbuatan-perbuatan yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.
Secara alami, motivasi siswa sesungguhnya berkaitan erat dengan keinginan siswa untuk terlibat dalam proses pembelajaran.Motivasi sangat diperlukan bagi terciptanya proses pembelajaran dikelas secara efektif. Motivasi memiliki peranan yang sangat penting dalam pembelajaran, baik dalam proses maupun dalam pencapaian hasil. Seorang siswa yang memiliiki motivasi yang tinggi ,maka pada umumnya mampu meraih keberhasilan dalam proses maupun output pembelajarannya.
Dalam pembelajaran dikelas bisa berkembang dua situasi yang berbeda berkaitan dengan motivasi siswa , bila siswa yang dihadapi sebagian besar memiliki motivasi yang tinggi dalambelajar maka otomatis seorang guru akan merasa bersemangat, sebaliknya bila yang dihadapi yang dihadapi siswa yang kurang memiliki motivasi terhadap pelajaran , maka guru akan merasa kecewa dan kurang bersemangat dalam memberikan pelajaran di kelas.
Oleh karena itu guru dituntut mampu mengkreasi berbagai cara agar motivasi siswa dapat muncul dan berkembang dengan baik. Ericksen  (1998: 3 dalam mohammad Asrori 2007: 184) menegaskan ; “ Effective learning in the classroom depends on the teacher s ability…….. to maintain the interest that brought students to the course in the first place.
Ada sejumlah indikator untuk mengetahui siswa yang memiliki motivasi dalam proses pembelajaran diantaranya adalah:
1.      Memiliki gairah yang tinggi
2.      Penuh semangat
3.      Memiliki rasa penassaran atau rasa ingin tahu yang tinggi
4.      Mampu “ jalan sendiri “ ketika guru meminta siswa mengerjakan sesuatu
5.      Memiliki rasa percaya diri
6.      Memiliki daya konsentrasi yang lebih tinggi
7.      Kesulitan dianggap sebagai tantangan yang harus diatasi
8.      Memiliki kesabaran dan daya juang yang tinggi.
Jika delapan indikator tersebut diatas  yang muncul dan berkembang dalam proses pembelajaran dikelas, maka guru akan merasa enak dan antusias dalam menyelenggarakan proses pembelajaran.
Namun demikian terkadang keadaan sebaliknya yang  ditemukan, dimana sebagian siswa memiliki motivasi yang rendah, yaitu;
1.      Perhatian terhadap pelajaran kurang
2.      Semangat juang rendah
3.      Mengerjakan sesuatu merasa seperti diminta membawa beban berat
4.      Sulit untuk bisa “ jalan sendiri” ketika diberi tugas
5.      Memiliki ketergantungan kepada orang lain
6.      Mereka bisa jalan kalau sudah dipaksa.
7.      Daya konsentrasi kurang, secara fisik ia berada dikelas , namun pikirannya mungkin diluar kelas
8.      Mereka cenderung menjadi pembuat kegaduhan
9.      Mudah berkeluh kesah dan pesimis ketika menghadapi kesulitan.
Walaupun dalam kenyataannya seorang guru selalu menghadapi siswa yang memiliki motivasi rendah , namun seorang guru yang professional tidak boleh kehilangan akal dan harus Inovatif untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan yang bersifat” Ice Breaking” ( pencairan suasana ) melalui penayangan gambar Lucu, atau diberikan cerita-cerita lucu ( Humor ), bahkan bisa diselingi dengan Nyanyian  serta permainan ( Game ). Bila sebagian besar siswa memiliki motivasi yang tinggi , maka guru harus tetap memberikan pembinaan, sebab ada kemungkinan motivasi siswa mengalami grafik  naik-turun ( Fluktuatif).

Aspek motivasi dalam perencanaan pembelajaran
Setiap perbuatan termasuk perbuatan belajar didorong oleh sesuatu atau beberapa motif. Motif biasa juga disebut dorongan atau kebutuhan, merupakan suatu tenaga yang berada pada diri individu atau siswa yang mendorongnya untuk berbuat mencapai suatu tujuan.
Tenaga pendorong atau motif pada seseorang mungkin cukup besar, sehingga tanpa motivasi dari luar dia sudah bisa berbuat. Orang atau siswa tersebut disebut memiliki motif Internal yang besar.pada orang atau siswa lain motivasinya kecil sekali sehingga membutuhkan motivasi dari luar, yaitu dari guru, orang tua,saudara dan teman sebaya.
Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan guru dalam perencanaan pembelajaran untuk membangkitkan belajar siswa yaitu ;
1.      Membuat persiapan untuk menggunakan cara atau metode dan media mengajar yang bervariasi, sehingg kebosanan siswa dapat dikurangi atau dihilangkan.
2.      Merencanakan dan memilih bahan yang menarik minat dan dibutuhkan oleh siswa.
3.      Memberikan sasaran antara , sasaran akhir belajar adalah Naik kelas atau Lulus Ujian. Sasaran akhir baru dicapai pada akhir tahun, sehingga untuk membangkitkan motivasi belajar diadakan sasaran antara seperti Ulangan harian, Ujian tengah semester dan Kuis serta ulangan akhir semester.
4.      Memberikan kesempatan untuk sukses terutama bagi siswa yang memiliki kemampuan ( daya serap) rendah harus lebih diperhatikan dalam penyelesaian soal-soal yang dianggap rumit, selanjutnya mereka harus diyakinkan bahwa kesuksesan itu bukan milik murid yang pandai saja, namun sesuatu yang mungkin untuk siapa saja yang belajar sungguh-sungguh.
5.      Menciptakan belajar yang menyenangkan , jauh dari Intimidasi dan pemaksaan.
6.      Dianjurkan untuk membaca buku penunjang terutama buku yang memuat kisah-kisah orang sukses.
7.      Guru harus banyak memberikan contoh langsung melalui perbuatan bukan hanya sekedar kata-kata dan teori.


BAB III
P E N U T U P

Kesimpulan
Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas maka guru harus tetap berusaha  tampil semangat dan berpenampilan menarik serta memahami tugas dan fungsinya sebagai sebagai pengerak perubahan dalam kehidupan masyarakat menuju penciptaan Sumber daya manusia yang berkwalitas.Selanjutnya Guru sebagai motivator harus dapat membangkitkan gairah belajar siswa.    bila terjadi penurunan semangat belajar siswa maka secara Konsisten  senantiasa memompa semangat belajar siswa dengan menerapkan metode dan model pembelajaran yang Inovatif, Kreatif dan menyenangkan.
Seorang guru harus mau memberikan berbagai Pujian ( Riward) kepada siswa yang rajin dan berprestasi serta harus berani memberikan sanksi (Punishment) kepada siswa yang kurang patuh dalam mengikuti aturan main disekolah.

Saran
Seorang guru dituntut memilki pengetahuan yang lebih, dibandingkan dengan siswanya dan harus Tampil bergairah didalam kelas sehingga dengan sendirinya siswa akan senang mengikuti pelajaran yang akan disampaikan oleh guru.Selanjutnya Guru harus mau memanfaatkan sumber belajar yang berbasis ICT dan berbasis Web.

0 Response to "GURU BERPERAN SEBAGAI MOTIVATOR"

Post a Comment