Polri Menggandeng Kemendikbud Dalam Menertibkan Berlalu Lintas

.
Ads Here
Jaman sekarang ini tidak heran lagi kalau Polisi tidak heran lagi harus turun tangan dalam mendidik Anak-anak bangsa. Kasusnya tidak cukup hanya pihak guru yang bertanggung jawab dalam hal tersebut. Bagian yang dimaksud adalah penertiban dalam berlalu lintas. Sesuai dengan fakta , pada tahun 2016 angka kecelakaan sebanyak 105.374 kejadian dengan 22.939 jiwa tewas, atau rata-rata 3 orang meninggal setiap jam.

Dan kalau diperhatikan lagi pada angka statistiknya dan dari segi usia, bahwa korban kecelakaan ini paling banyak berumur 15-19 tahun yang tidak salah lagi adalah para pelajar.
Hal tersebut yang paling miris para pelaku kecelakaan lalu lintas tidak memiliki SIM yang artinya mereka tidak taat dalam peraturan lalu lintas. Seolah-olah sekolah sebagai organisasi pendidik gagal dalam melakukan tanggungjawabnya.

“Mereka memang bisa berkendara tapi secara mental, psikologis belum cukup dewasa untuk berinteraksi di jalanan. Sehingga menyebabkan banyak kecelakaan,” kata Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Drs Royke Lumowa MM, acara Diseminasi Model Integrasi Pendidikan Lalu Lintas pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di Hotel Polonia, Medan, Selasa (19/9)
Polri Menggandeng Kemendikbud Dalam Menertibkan Berlalu Lintas
copyright : sorotdaerah.com
Beliau juga menangkaskan, " Polisis sebagai oknum dalam penertib berlalu lintas juga punya tanggungjawab dalam hal tersebut.
Karena itu, Polri menggandeng Kemendikbud untuk mendidik anak disiplin dasar berlalu lintas sejak dini. Korlantas sudah membuat MoU dengan Kemendikbud untuk memasukkan pendidikan disiplin dasar berlalu lintas dalam kurikulum pendidikan. “Melalui kurikulum yang dimasukkan ke dalam mata pelajaran PKN ini, guru-guru bisa membantu pelajar agar sadar berlalu lintas,”

Dalam hal ini juga dibutuhkan kerja sama yang baik antara oknum Polri dan juga guru sebagai pendidik di sekolah.
Guru  diharapkan dapat mengajarkan pendidikan keselamatan berlalu lintas kepada anak didik. Supaya saat mereka dewasa nanti, menjadi pelopor tertib berlalu lintas. Dalam pelaksanaannya, guru dapat melibatkan polisi terdekat untuk berbagi pengetahuan terkait disiplin dasar berlalu lintas.

Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan secara formal dan informal. Kegiatan formal meliputi menyediakan bahan ajar keselamatan berlalu lintas di setiap tingkat pendidikan formal, melaksanakan MoU

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Hasan Basri mengatakan mengapresiasi dan mendukung program Korlantas Polri. “Mengapresiasi dan mendukung apa yang menjadi program Korlantas Polri,”


0 Response to "Polri Menggandeng Kemendikbud Dalam Menertibkan Berlalu Lintas "

Post a Comment