Ngeri, gara-gara mabuk kejadian mengenaskan pun harus terjadi

.
Ads Here
Seorang Bapak yang kerap dipanggil Amani Efrat terkujur kaku setelah meninggal ditusuk pakai pisau oleh  salah seorang tetangga yang diduga mabuk karena minuman.Peristiwa ini  beralamat di Dusun 2 Duku Desa Siratah Kecamatan Silima Pungga-Pungga Kabupaten Dairi Sumatera Utara pada Rabu (06/09/2017) sekira pukul 21.00 Wib.  Korban yang bernama Leo Chandra Hutasoit (51) harus merasakan benda tajam yang  mendarat di  dada kiri akibat ulah kerabat sendiri yang berinisial BS (58).

Ngeri, gara-gara mabuk kejadian mengenaskan pun harus terjadi
copyright: sumber gambar dari dairinews.com
Kejadian tersebut diperjelas  oleh keterangan 2 orang saksi yaitu Parlaungan Silaban (45) dan Mangapul Sianturi (39) yang duduk di teras rumah Hutasoit. Sebelumnya tersangka diduga sudah minum dari kedai orang lain, kemudian datang ke kediaman hutasoit dengan suara keras. Perbincangan antara korban dan pelaku sempat didengar oleh kedua saksi tersebut.
Hutasoit merasa tidak senang karena pelaku minum di tempat orang lain namun ributnya di tempat kediaman hutasoit.
Korban menyuruh tersangka pulang tetapi tidak dihiraukan.  Seterusnya, korban sempat marah diikuti kepergian tersangka meninggalkan lokasi. Singkat cerita entah bagaimana kronologinya, Hutasoit tertikam di dada kiri di pekarangan rumah korban.
Salah seorang warga yaitu Sekretaris Desa,  Robinson Manalu terkejut mendengar jeritan minta tolong.
Dari kediamannya berjarak sekitar 15 meter, dia melompat mendekati suara. Robinson kaget menyaksikan tubuh Hutasoit telah  terkapar bersimbah darah.
Kemudian Robinson mengajak perangkat desa untuk membawa korban ke rumah sakit, namun sayangnya nyawa tidak tertolong.
Ngeri, gara-gara mabuk kejadian mengenaskan pun harus terjadi
copyright: sumber gambar dari dairinews.com
Warga sungguh tidak menduga kejadian tersebut, karena korban dan pelaku dikenal akrab.Tapi apa daya segala sesuatunya menjadi buta kalau sudah dirasuki alam tidak sadar oleh minuman.
Sungguh menyedihkan Hutasoit yang baru saja menyelesaikan pesta adat putranya Efrat. Dan rencananya, Efrat akan  berangkat ke Jakarta tetapi hasrat itu tertunda menyusul kejadian naas yang menimpa sang ayah.
Istri Hutasoit " Boru Hombing "  tak dapat menahan air mata meratapi derita sang suami. "Saik burju ho tu hami amang. Hape parsatongkinan do burju mi" , kata sang istri di hadapan jasad suami.
Sementara tersangka BS sudah diamankan Kapolres Dairi AKBP tutur Dedi Tabrani. Kapolsek Parongil  AKP Yanto Hutabarat mengatakan, tersangka ditangkap, Kamis  pagi di perladangan di Parongil, tak jauh dari Polsek.

0 Response to "Ngeri, gara-gara mabuk kejadian mengenaskan pun harus terjadi"

Post a Comment