FUNGSI LABORATORIUM

.
Ads Here
A.    Pengertian Laboratorium
Laboratorium adalah suatu tempat dimana percobaan dan penyelidikan dilakukan. Tempat ini dapat merupakan suatu ruangan tertutup, kamar, atau ruangan terbuka, kebun misalnya. Dalam pengertian yang terbatas laboratorium ialah suatu ruangan tertutup dimana percobaan atau penyelidikan dilakukan.
 Selama ini dalam pengelolaan laboratorium sekolah belum dapat dilakukan sebagaimana fungsinya. Bahkan terkesan ruang laboratorium yang dibangun tak berfungsi. Tentu saja hal seperti ini sangat merugikan dan sangat disayangkan oleh berbagai pihak. Karena, banyak faktor-faktor yang menyebabkan bergesernya laboratorium berubah fungsi menjadi ruang kelas ataupun gudang.
Faktor-faktor tersebut diantaranya sbb:
a.       Adanya anggapan bahwa keberadaan laboratorium sekolah menjadi beban dan membebani sekolah sehingga jarang dimanfaatkan sebagai mana mestinya. Selain itu, berdasarkan hasil pemantauan Inspektorat Jendral dan Direktorat Pendidikan Menengah Umum, banyak Laboratorium IPA yang belum digunakan secara optimal atau tidak digunakan sama sekali.
b.        Kurangnya kemampuan dalam mengelola laboratorium sekolah.
c.       Kurangnya pemahaman terhadap makna dan fungsi laboratorium sekolah serta implikasinya bagi pengembangan dan perbaikan sistem pembelajaran IPA.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antaralain:
a.       Tidak cukupnya/terbatasnya alat-alat dan bahan mengakibatkan tidak setiap siswa mendapat kesempatan belajar untuk mengadakan eksperimen.
b.      Kelengkapan sarana & prasarana yg kurang, yaitu: belum tersedianya air, listrik yamg memadai dll.
c.       Tidak adanya keperdulian Kepala Sekolah tentang pengelolaan laboratorium
d.      Tidak ada honor tambahan untuk kegiatan praktikum
e.       Bukan merupakan mata mata pelajaran yang diujikan dalam berbagai test.
f.       Kemampuan dan penguasaan guru terhadap peralatan dan pemanfaatan bahan praktek masih belum memadai
g.      Guru takut melakukan eksperimen yang berhubungan dengan listrik, bahan kimia dan lain – lain.
h.      Tidak adanya tenaga laboratorium yang memadai
i.        Tidak ada buku petunjuk praktikum
j.        Banyak alat-alat laboratorium dan bahan yang sudah rusak.

B.     Fungsi Laboratorium
Menurut Sukarso (2005), secara garis besar laboratorium dalam proses pendidikan adalah sebagai berikut:
1.      Sebagai tempat untuk berlatih mengembangkan keterampilan intelektual melalui kegiatan pengamatan, pencatatan dan pengkaji gejala-gejala alam.
2.      Mengembangkan keterampilan motorik siswa. Siswa akan bertambah keterampilannya dalam mempergunakan alat-alat media yang tersedia untuk mencari dan menemukan kebenaran.
3.      Memberikan dan memupuk keberanian untuk mencari hakekat kebenaran ilmiah dari sesuatu objek dalam lingkungn alam dan sosial.
4.      Memupuk rasa ingin tahu siswa sebagai modal sikap ilmiah seseorang calon ilmuan.
5.      Membina rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan dan pengetahuan atau penemuan yang diperolehnya.
Lebih jauh dijelaskan dalam Anonim (2003), bahwa fungsi dari laboratorium adalah sebagai berikut :
1.      Laboratorium sebagai sumber belajar 
Tujuan pembelajaran fisika dengan banyak variasi dapat digali, diungkapkan, dan dikembangkan dari laboratorium. Laboratorium sebagai sumber untuk memecahkan masalah atau melakukan percobaan. Berbagai masalah yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran terdiri dari 3 ranah yakni: ranah pengetahuan, ranah sikap, dan ranah keterampilan/afektif.
2.       Laboratorium sebagai metode pembelajaran 
Di dalam laboratorium terdapat dua metode dalam pembelajaran yakni metode percobaan dan metode pengamatan
3.      Laboratorium sebagai prasarana pendidikan  
Laboratorium sebagai prasarana pendidikan atau wadah proses pembelajaran. Laboratorium terdiri dari ruang yang dilengkapi dengan berbagai perlengkapan dengan bermacam-macam kondisi yang dapat dikendalikan, khususnya peralatan untuk melakukan percobaan.
Menurut Soejitno (1983) secara garis besar fungsi laboratorium adalah sebagai berikut:
  1. Memberikan kelengkapan bagi pelajaran teori yang telah diterima sehingga antara teori dan praktik bukan merupakan dua hal yang terpisah. Keduanya saling kaji-mengkaji dan saling mencari dasar.
  2. Memberikan keterampilan kerja ilmiah bagi mahasiswa/siswa.
  3. Memberikan dan memupuk keberanian untuk mencari hakikat kebenaran ilmiah dari sesuatu obyek dalam lingkungan alam dan lingkungan sosial.
  4. Menambah keterampilan dalam menggunakan alat dan media yang tersedia untuk mencari dan menemukan kebenaran.
  5. Memupuk rasa ingin tahu mahasiswa/siswa sebagai modal sikap ilmiah seorang calon ilmuwan.
            Engkoswara (1982) mengatakan bahwa melalui kegiatan praktikum yang biasanya dilakukan di laboratorium, siswa diharapkan dapat:
  1. Mengembangkan berbagai keterampilan secara terintegrasi.
  2. Mengenal berbagai peralatan laboratorium.
  3. Mengenal berbagai desain dan peralatan untuk eksperimen.
  4. Mengembangkan keterampilan mengumpulkan dan menginterprestasikan data.
  5. Mengembangkan sikap untuk melakukan sesuatu secara tepat dan akurat.
  6. Mengembangkan keterampilan dalam mengobservasi.
  7. Mengembangkan kemampuan dalam mengkomunikasikan hasil eksperimen.
  8.  Mengembangkan kecakapan dalam menulis laporan.
  9. Mengembangkan kemampuan untuk belajar dan melakukan percobaan sendiri.
  10. Menambah keberanian berfikir sendiri dan menanggung resiko.
  11. Merangsang berfikir siswa melalui eksperimen.
  12. Mengembangkan keterampilan dalam memecahkan masalah dengan berbagai variabel yang banyak dan berbagai kemungkinan pemecahannya.
Dalam proses belajar mengajar kegiatan laboratorium atau praktikum turut berperan dalam mencapai 3 tujuan pembelajaran, antara lain:
1.      Keterampilan kognitif, misalnya:
·         Melatih agar teori dapat dimengerti.
·         Agar teori dapat diterapkan pada keadaan problem nyata.
2.      Keterampilan afektif, misalnya:
·         Belajar bekerja sama.
·         Belajar menghargai bidangnya.
·         Belajar merencanakan kegiatan secara mandiri.
3.      Keterampilan psikomotorik, misalnya:
·         Belajar memasang peralatan sehingga betul-betul berjalan.
·         Belajar memakai peralatan dan instrumen tertentu

Penerapan kegiatan laboratorium dalam pembelajaran memiliki kebaikan dan kelemahan.
Kebaikan dari pelaksanaan praktikum antara lain:
ü  Melibatkan siswa secara langsung dalam mengamati suatu proses.
ü  Siswa dapat meyakini akan hasilnya, karena langsung mendengar, melihat, meraba, dan mencium yang sedang dipelajari.
ü  Siswa akan mempunyai kemampuan dalam keterampilan mengelola alat, mengadakan percobaan, membuat kesimpulan, menulis laporan, dan mampu berfikir analisis.
ü  Siswa lebih cenderung tertarik pada obyek yang nyata di alam sekitarnya.
ü  Memupuk dan mengembangkan sikap berfikir ilmiah, sikap inovatif, dan saling bekerja sama.
ü  Membangkitkan minat ingin tahu, memperkaya pengalaman keterampilan kerja dan pengalaman berfikir ilmiah.

Sedangkan kelemahan/ kekurangan dari praktikum antara lain:
1.      Guru harus benar-benar mampu, menguasai materi dan ketrampilan.
2.      Tidak semua mata pelajaran dapat dipraktikkan dan tidak semua diajarkan dengan metode praktik.
3.      Alat-alat dan bahan yang mahal harganya dapat menghambat untuk melakukan praktik.
4.      Banyak waktu yang diperlukan untuk praktik, sehingga kemungkinan dapat dilaksanakan diluar jam pelajaran (Indarto, 2002).

C.     Macam-macam laboratorium
1.      Laboratorium pendidikan
 Laboratorium yang digunakan untuk pendidikan terutama tingkat SD, SMP, SMA.
2.       Laboratorium riset
Laboratorium yang digunakan oleh para praktisi keilmuwan dalam upaya menemukan sesuatu untuk meneliti suatu hal yang dibidanginya.

0 Response to "FUNGSI LABORATORIUM"

Post a Comment