Cerita Kristen " Niat Jahat Yang Berujung Pada Kebaikan "

.
Ads Here
Merencanakan sesuatu yang yang tidak baik mungkin sering kita pikirkan bahkan kita lakukan pada orang lain saat kita merasa tidak senang atau benci pada seseorang. Amarah yang muncul di hati kita bergejolak yang pada akhirnya melahirkan tindakan yang tidak baik. Tapi tanpa kita sadari apa yang kita rencanakan justru melenceng atau berbanding terbalik dengan hasilnya.

Satu hal yang perlu kita sadari bahwa Tuhan berotoritas penuh dalam kehidupan kita. Sekalipun kita yang merencanakan tapi Tuhan yang berkehendak. Niat jahat yang kita rencanakan justru menjadi kebaikan bagi orang lain.

Mari kita lihat sebuah kisah menarik di bawah ini.

                     "Niat Jahat Yang Berujung Pada Kebaikan "

 Ada sebuah fakta menarik bagi orang cina, bahwa menantu tidak boleh sembarangan terhadap seorang mertua. Bagaimanapun keadaannya, apakah dia lebih kaya, lebih tinggi pendidikannya atau lebih cantik sekalipun, seorang menantu harus selalu taat pada mertua.

Namun ada di sebuah keluarga di China didapati seorang menantu yang sifatnya berbeda atau melenceng dari hal ini. Ini terjadi  karena pendidikannya sangat tinggi dan dia merasa harus dihormati oleh sang mertua. Namun karena budaya yang seperti itu, sang mertua tidak segan-segan dalam memberi perintah kepada sang menantu. Sang menantupun tidak berterima akan hal itu.

Akibat dari pada itu, percekcokanpun sering terjadi di keluarga itu. Hubungan yang tidak baik pun antara menantu dengan seorang mertua berlangsung di keluarga itu.

Suatu ketika, sang menantu merencanakan sesuatu yang jahat kepada sang mertua. Dia pergi ke suatu tempat tokoh obat-obatan. Rupanya yang menjaga tokoh tersebut adalah seorang kakek-kakek yang menyerupai seorang paranormal.

Cerita Kristen " Niat Jahat Yang Berujung Pada Kebaikan "
 Kakek : " Ada apa kemari nak, ada yang bisa saya bantu?"
Menantu : "Saya memerlukan obat yang bisa membunuh orang, tapi harus dengan pelan-pelan           jangan langsung mati".

Sikakek tersebut heran, apakah gadis muda ini mau bunuh diri terlintas dipikirannya.
Mengurangi rasa penasarannya, lalu si kakek bertanya, " Untuk apa anda memerlukan itu, kenapa bukan obat penyembuh yang anda cari? Lalu si menantu menceritakan apa yang dia alami dengan mertuanya.
Tentu Kakek tersebut yang sudah tua yang sudah banyak pengalaman ., tau dan langsung mengerti .

Kakek : "Baik, saya akan memberi obat seperti yang anda minta. Sesuatu yang harus kamu teteskan
               pada makanannya sebelum dia makan. Dan ingat jangan sampi mertuamusempat
               melihatnya.
Menantu : " Bagaimana cara saya melakukan hal itu?".
Kakek  : " Setiap pagi kamu harus bangun lebih awal dan menyediakan makanannya. Saat sebelum
               mertuamu memakannya maka teteskanlah obat ini tanpa sepengetahuannya sedikit-sedikit 
               upaya efeknya pun pelan-pelan seperti yang kamu mau".
Menantu : " Baik kek saya akan melakukan seperti yang kakek bilang".

Sepulang dari tempat itu, ada hal yang berbeda yang dilakukan menantu tersebut. Yang biasanya dia lama bangun, kini dia selalu bangun lebih awal dari semuanya. Yang tidak pernah menyediakan sarapan, kini dia selalu menyediakan sarapan sama mertuanya, dan tidak lupa satu hal, pada makanan itu dia selalu meneteskan obat dari kakek tersebut tanpa ada sdatu orang pun yang tau.

Setiap sarapan yang disediakan menantu, mertua selalu memakannya dengan senag hati. Namu dalam pikiran sang menantu " enak-enaklah makan, nanti akan ibu rasakan juga, ibu akan lenyap dari pandanganku".

Lama kelamaan kebiasaan itu tetap berlangsung, Mertua pun yang selama ini remeng sama menantunya kini berubah total. Sang mertua akhirnya jadi sangat baik sama menantu. Dan tanpa disadari, Hubungan menantu dan mertua di rumah itu pun jadi sangat baik dan akur.

Melihat akan hal itu, sang  menantu akhirnya merasa menyesal dengan apa yang telah dilakukannya. Menyesal telah menaruh obat itu pada makanan mertuanya. Akhirnya, sisa obat yang belum habis tadi dibuang oleh menantu.

Esok harinya, dengan rasa menyesal, sigadis tersebut kembali datang menjumpai kakek itu. Dengan wajah yang sedih dan menangis dia menjumpai kakek itu.

Menantu : " Kakek, kalau bisa sekarang juga berikan aku obat penawar racun yang pernah kuminta
                    dari kakek. Aku sungguh telah menyesal melakukan hal itu pada mertuaku".
Kakek     : "Dengan tersenyum menjawab, Hahaha......anak gadis sekarang memang susah dimengerti.
                   Saya tidak punya penawar oabt yang saya berikan padamu.
                   Tapi tenang saja. Mertuamu tidak akan mati.
Menantu   : " Ha?? Serunya dengan rasa kaget.
Kakek      : " Obat yang saya berikan itu, bukanlah racun tapi itu adalah obat untuk membuat orang
                   sehat. Hatimulah yang meracuni pikiranmu sendiri.

Dengan rasa senang dia kembali ke rumah dan memeluk mertuanya. Akhirnya hubungan di keluarga itu pun menjadi akur.


Barang kali ini adalah sebuah kisah yang perlu kita mengerti. Kadang hati kitalah yang meracuni pikiran kita sehingga kita sering berbuat yang tidak baik dalam kehidupan ini. Cobalah membersihkan hati dan pikiran kita, tentu hidup ini akan menjadi Indah.



0 Response to "Cerita Kristen " Niat Jahat Yang Berujung Pada Kebaikan ""

Post a Comment